Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Sebagaimana Baginda Sulaiman Mendengar Cinta Ratu Bilqis, Saya Mendengar Cintamu dengan Air Wudlu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Masih saya dengar segala dosa dan salah, masih terdengar juga suara pujian, rayuan, dan gunjingan yang kebenarannya masih samar-samar. Sebab itulah saya basuh telinga agar kejernihan dan kejelasan di terimanya lalu disampaikan pada memori kenangan dan disimpannya secara baik. Selain itu saya berharap yang paling jernih dan jelas adalah segala kenangan tentangmu. Kejernihan merupakan informasi langit yang detailnya terus dijaga oleh para malaikat muqorrabin di sekitar kita. Meski saya sendiri belum tentu jernih oleh pemikiran semacam ini. Engkau tentu tahu nabi Sulaiman ' alaihis salam bisa berkomunikasi dengan makhluk selain manusia. Mulai dari jin, dhemit , genderuwo , coro, tikus, vampir, drakula, kinjeng, udara, air, tanah, aang, luffy, naruto, boruto, gelombang, frekuensi, listrik serta makhluk-makhluk yang tidak mungkin saya sebut semuanya. Baik itu jarak dekat maupun jarak jauh, asalkan mengalami percintaan dengan baginda Sulaiman. Sebab beliau t...

Tiga Hal yang Membuat Manusia Layaknya Manusia

Gambar
Seorang bijak pernah berkata, "Kebijaksanaan manusia terletak pada kejernihan hati dan akalnya." Keseimbangan akal-pikiran dan hati sangat penting. Ketika akal dalam kondisi jernih dan 'sehat', menyikapi suatu persoalan tidak perlu dengan ilmu yang tinggi-tinggi dan rumit, karena sejak kecil, manusia sudah dibekali dengan common sense . Menggunakan common sense saja kiranya sudah cukup. Common sense itu semacam mikir piye umume , berpikir sebagaimana banyak orang. Misalnya, pikiran tentang kalau mencuri itu tidak baik, fitnah itu buruk, korupsi itu memalukan dan tercela, kepada orang yang lebih tua harus hormat, FDS itu tidak baik bagi anak-anak yang gampang lelah fisik dan pikirannya, dst dst. Atau lebih mudahnya, misalnya, Anda tentu seketika mengecap buruk saat melihat pasangan remaja laki-laki dan perempuan, malam-malam, masuk kamar hotel dan cuma berdua. Itu common sense, meskipun sebenarnya Anda juga belum tahu pasti apa yang mereka lakulan di dalam...

Manusia Earphone

Gambar
Oleh HB. Arafat - Penak jamaku tenan to? Jamanku adalah jaman kebebasan setiap suara untuk berkoar-koar. Jaman dahulu, ketika ada sedikit perbedaan, maka akan ada evaluasi secara berjamaah agar kesepakatan kebudayaan tidak dilanggar. Hanya saja kesepakatan kebudayaan dahulu masih ikut campur pada persoalan religiusitas personal. Ketika ada yang berwudlu tetapi tidak membasuh telinga, maka seseorang itu dianggap berkhianat pada konsepsi agama. Sementara di jaman ini, manusia-manusianya sudah sadar bahwa membasuh telinga hanya sebuah sunnah yang baik dilakukan tapi tidak bersalah jika ditinggalkan. Bahkan jaman ini, jaman dimana kewajiban personal adalah tanggung jawab personalnya, manusia disekelilingnya haram mengevaluasi kesalahan orang lainnya. Penak jamanku tenan to? Jamanku itu jaman kebebasan, ketika engkau mengajak pacarmu ke kos-kosanmu, ke kontrakan atau rumahmu, maka engkau akan terbebas dari yang namanya razia, grebek dan kontrol sosial. Kalau jaman dahulu, e...

Penak Jamanku To?

Gambar
Oleh HB. Arafat - Saya terpaksa tidak mau mengajak berbincang kang Dul lebih lama lagi, lantaran mestinya kang Dul dengan sesegera mungkin pergi ke rumah mertuanya. Mertuanya lebih sangat membutuhkan daripada ia ngobrol dengan saya. Kang Dul pamit pergi dari warung, sementara saya menghubungi mamak. Apakah belanjanya sudah selesai atau masih membutuhkan waktu lama lagi. Syukurlah masih lama waktu yang perlu dihabiskan mamak untuk belanja, sehingga memberikan peluang kepada saya untuk melaksanakan sujud syukur. Syukur karena ada chat WhatsApp darinya, yang mesti saya rahasiakan dari engkau-engkau semua. Selain itu saya mensyukuri telah diberikan banyak nilai dari pria yang kusangkakan sebagai Hidlir ' alaihis salam . Jam handpone menunjuk pada angka 11.19, saya beranjak menuju masjid. Sesampainya di masjid, langsung menuju kulah . Kulah itu bak air di masjid yang biasa dipakai untuk berwudlu kaum primus , pria-pria mushola. Sebab biasanya para wanita tidak wudlu di ma...

Sakitnya Kalah Kuat

Gambar
Oleh HB. Arafat - "Ohya kang, mertua sampeyan itu sakitnya apa ya?" Sebelum kang Dul beranjak pergi, saya cegat pertanyaan yang umumnya dipertanyakan seseorang yang mendapat kabar kerabatnya sakit. "Katanya perutnya membesar seperti orang hamil, padahal sudah menopos." "Sudah berapa lama, kang? "Semingguan, kang." "Penyakit apa itu, kang, namanya?" "Enggak tahu, kang, katanya belum diperiksain ke klinik." "Lah kok ngawur gitu, kang!" Saya agak sensitif mendengar jawaban kang Dul. Kok sebegitu ngawurnya keluarganya kang Dul menghadapi urusan yang urusannya dengan nyawa manusia. Tapi saya tidak memiliki hak maupun kewajiban ikut campur urusannya, kecuali kang Dul dan keluarganya meminta tolong untuk ikut campur. Ngawurnya itu hanya dalam perspektif saya saja. Sehingga bukan ngawur yang benar-benar ngawur, tapi ada yang lebih ngawur dari keluarga kang Dul. Ngawurnya Pe-Te pembuat jalan negeri inidinesi...

Kuliah Ilmu Kemungkinan

Gambar
Oleh HB. Arafat - "Iya, kang, saya tahu kalau Allah itu maha semau-maunya. Namun tidak bisa saya pungkiri, semau-maunya Allah itu masih pada tahap logis bagi umat manusia. Sebab hanya manusia itu makhluk yang sempurna. Baik dalam hal logika." Saya mencoba mendalami peristiwa yang saya temui tadi. "Kok bisa sampeyan tidak percaya bahwa pria itu tadi nabi Hidlir, kang. Oke, bisa saya terima kalau kemungkinan jempol lembek tidak hanya Hidlir saja. Tapi kenapa Allah membuat saya syahadat akan pria tadi, sementara pak Kar dijadikannya ghaib pada pria tadi." Lanjut saya penuh semangat sebagaimana ingatan saya ketika bahtsul masa'il di pesantren Jagalan 62. "Begini kang, mungkin, Allah menampakkannya padamu itu karena kamu harus belajar bagaimana berbagi tanpa pamrih. Ini mungkin lo, kang. Ambillah nilai dari peristiwanya saja kang. Anggaplah pengetahuanmu mengenai Hidlir itu ilusi pengetahuanmu yang menjebakmu untuk tidak menciptakan peluang dan ke...

Allah Kok Diatur

Gambar
Oleh HB. Arafat - Tanpa panjang kali lebar kali tinggi, sebentar ini kan rumus balok dalam mata pelajaran matematika sekolah dasar, kalau di masyarakat kami namanya rumus bikin peti mati dan liang lahat. Tetapi saya tidak akan mengubur cintamu, mengubur rasamu, mengubur segala yang telah kita kenang. Tanpa panjang kali lebar tanpa tinggi, langsung saya bayar semua yang saya dan kang Dul makan, lantaran pria tadi tidak dianggap keberadaannya oleh penjual sop ayam. Saya sudah tidak mau tau alasan mengapa pak Kar tidak mengetahui keberadaan pria tadi. Pikiran saya lost connect , sebagaimana ketika engkau melakukan perjalanan, signal internetmu hilang disaat memasuki desa terpencil. Sungguh Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar, dan hari Dia men-sabda-kan "Kun Fayakun", sabdaNya sungguh benar. Sungguh padaNya kekuasaan di hari sangkakala ditiup, yang mengetahui yang tak tampak dan yang nampak. Sungguh Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui .[1] ...

Hidlir, Bukan?

Gambar
Oleh HB. Arafat - " Waalaikumussalam ," ia hanya menjawab begitu dan melepaskan tangannya, seketika pergi ke arah selatan. Sebenarnya saya mau menyusulnya, namun terhalang oleh kang Dul yang kutinggal di meja makannya. Saya kembali ke meja makan menghampiri kang Dul. "Siapa itu, kang?" tanya kang Dul disaat keringat basah di leher belakang saya masih belum kering. "Sepertinya beliau itu Hidlir, kang." "Kok sampeyan tahu, ia Hidlir?" "Lah pas saya ajak salaman, ibu jarinya lembek banget, kang. Ora ono balunge ." "Bisa saja itu bukan Hidlir. Aku mau tanya, kang, apa setiap yang ibu jarinya tak bertulang itu pasti Hidlir?" Sebenarnya sudah sejak awal ketika kang Dul bertanya, saya enggan menjawab dengan jawaban yang linier . Namun bagaimana lagi, hidup saya teramat linier , sehingga jawaban-jawaban yang saya tuturkan padanya hanya sebatas pengetahuan yang saya ketahui. Selain itu, ditambah efek kegugupan seha...

Ibu Jari tak Bertulang

Gambar
Oleh HB. Arafat - Saya masih setia menguntit, mengintai, menelisik, menelusuri, bahkan bisa dikatakan kepo terhadap pria tersebut. Siapa gerangan, yang sebegitu ringan memberikan, membagi-bagi uang yang kalau dalam hitungan saya teramat banyak. Saya yang hanya seorang penulis, aku mah apa atuh, yang upahnya tidak tentu, tergantung event dan pesanan. Apalagi kalau minggu ini saya tidak mendapatkan nama saya di satu koran pun, hancur hati saya. Tapi lebih hancur lagi kalau kau acuhkan aku, kau diamkan aku, kau tinggalkan aku [1], kau, iya, kau. Jadi untuk shodaqoh saya teramat berat, bahkan bisa dikatakan akan menggunakan pasal-pasal negeri inidinesia untuk menguatkan perlakuan saya. Wajar lah, saya kan penulis, punya seribu buku, seribu kamus untuk membenar-benarkan wacana dan ide saya. Kini saya sudah di utara pasar terseret arus pria itu. Saya belum mendapatkan informasi apapun kecuali ia kumuh dan memiliki kantong ajaib. Sebenarnya dalam hati, ada harapan agar ia lekas men...

Kantong Ajaib Doraemon

Gambar
Oleh HB. Arafat - Ketika saya berkeliling pasar, di sebelah barat pasar, tepatnya depan Klenteng, saya jumpai pria berbaju kumuh. Ia tidak sedang mengemis atau meminta-minta, yang begitu diperangi oleh pemerintah dunia serial kartun, namun pemerintah dunia tidak pernah memberikan apa-apa kepada mereka. Sementara mereka memiliki tanggungan yang mesti sesegera mungkin dijawab. Kalau meminta dilarang dan yang melarang tidak pernah memberi, sementara setiap kali mereka membuka peluang usaha selalu dihalang-halangi oleh izin, badan kesehatan, badan permutuan, bahan pengkualitasan, standarisasi dan upeti-upeti yang sebenarnya layak, jika usaha itu sudah memiliki sayap untuk terbang sebagaimana Garuda. Pria berbaju kumuh itu ternyata membagi beberapa lembar uang warna ungu kepada seorang ibu penjual bawang merah hasil panennya. Tanpa saya menyebut berapa pecahan yang ia berikan, tentunya anda tahu itu pecahan berapa, sebab kalau bicara empat huruf itu, tanpa memunafikkan diri, kita...

Rizki Bus, Rizki Doraemon, Rizki Pasar

Gambar
Oleh HB. Arafat - Rizki itu sesuatu yang kita terima baik berupa apapun asalkan masih berupa materi, yang tampak dan yang bisa diberikan kepada makhluk lainnya. Sehingga tidak sekadar uang atau harta benda saja, namun pengetahuan, pengalaman, kekuatan, usaha, serta masih banyak yang terkadang tidak saya pikirkan. Kalau saya menerjemahkan pemberian akan ada banyak kosakata selain rizki, huda, shodaqoh, serta banyak kata lain yang memiliki arti pemberian. Sebagaimana yang pagi ini, bakwan, kopi, rokok yang saya konsumsi itu salah satu rizki yang diberikan Allah lewat mamak. Saya pun bersyukur bisa duduk diberi rizki pergi ke yogyakarta menumpangi bus Haryanto di kursi nomor 19. Dalam perjalanan saya nikmati orang-orang yang bergegas pergi kerja dengan rasa yang memburu atau sebab giat dalam bekerja, entah. Saya pandangi secara seksama seluruh penumpang yang hanya 19 orang. Tiba-tiba saya melihatmu duduk di seberang kursi yang kududuki. Anehnya engkau memakai kacamata, lain d...

Merindukan Pemimpin yang Orator

Gambar
Kalau lingkup nasional, sepertinya kondisi negeri ini sedang amat gonjang-ganjing, meskipun secara mental masyarakat Indonesia, saya percaya, adem ayem guyup rukun tertawa sentosa. Dalam lingkup nasional, berbagai persoalan muncul, baik bidang ekonomi garam, budaya suasana sejuk anak-anak madrasah diniyyah yang sedang terancam, maupun malaysia yang usil nggawe goro-goro . Untuk yang terakhir, saya tidak tahu motifnya, tetapi jika diamati kok ya sepertinya ia kerap ngajak gegeran . Atau kalau tidak, masih ada persoalan abadi dalam negeri: korupsi, perjuangan para petani atas ketenteraman tanahnya, orang-orang pinggiran yang setia kelaparan, penggundulan hutan, merebaknya sampah, dst dst. Saya tentu tidak ingin menyalahkan pemimpinnya dengan persoalan-persoalan tersebut, karena saya masih percaya sebenarnya itu tugas bersama untuk saling bertekad memperbaikinya. Tetapi saya teringat pula wejangan Gus Dur tentang esensi pendidikan, guru kepada muridnya, atau pemimpin dengan segenap ele...

(Mat)Realisme Rizki

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kalau guru-guru madrasah yang menyebabkan matrealisme orang-orang hari ini, dengan mendidik anak-anak dengan doa " Wa rizki fahma wasiaa ", rasa-rasanya kok tidak tepat. Lantaran guru-guru madrasah hanya mendidik selama 6 jam, selebihnya orang tua masing-masing. Sementara guru-guru tentu memberikan wacana mengenai doa tersebut dengan arti semacam karuniailah pemahaman dengan cakrawala yang luas. Kira-kira begitu seingat saya. Bisa jadi orang tua lah yang menyebabkan paham matrealisme pada anak-anak yang kini menjadi orang dewasa. Kalau matrealisme itu kesalahan paham orang tua, lagi-lagi kok kurang pas juga ya. Apa mungkin orang tua kita mengajarkan suatu yang salah pada anak-anaknya? Bisa iya, bisa tidak, selama bukan acara televisi yang seringnya mengajarkan iya-iya-iya, tidak-tidak-tidak. Kalau di jepang, ada acara yang mengajarkan oh yes, oh no, oh my god, fick , dan kata-kata lainnya yang pasti disensor kalau dibicarakan. Oke, kembali pada o...

Rizki di Pagi yang Indah

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kopi, rokok dan bakwan lek Kholidah sudah membuat saya (berusaha) bersyukur, meski mata sebenarnya ngantuk-ngantuk gimana gitu, tapi enggan terpejam. Anak-anak mulai berangkat ke madrasah sebelah barat rumah, setingkat sekolah dasar, berjalan kaki laiknya sekumpulan semut yang bahu-membahu mencari makanan. Satu dua anak yang diantar pakai motor oleh orang tuanya, bukan sebab orang tuanya khawatir diculik, melainkan sebab rumahnya di dusun sebelah. Kali ini saya sangat bersyukur, tanpa meminta, mamak membawakan sebungkus janganan. Dari pada kepala saya disesakpenati kebenaran informasi yang belum valid tadi, dikatakan kebenaran saja belum sampai, ngapain harus dibawa ke alam pikir. Tapi hal itu membuat saya teringat yang pernah Mbah Nun tuturkan dalam maiyahan. Bahwa kebenaran itu ada benere awake dewe , benere wong akeh , dan bener sak benere bener / kebenaran sejati. Kalau masih pada tahapan benere awake dewe , anda boleh menerima, boleh juga tidak mener...

Ahlu Chat wa Sosmed

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kata om Eko Tunas, merdeka yo turu, sehingga dalam keadaan semacam ini saya bisa dikatakan belum merdeka. Apalagi matahari sudah mulai beranjak menyinari. Ayam-ayam sudah mulai bersahutan, membangunkan orang-orang yang tengah tertidur. Sebentara lagi adzan akan berkumandang mengajak orang-orang untuk sholat shubuh, tentunya di masjid. Namun biasanya jamaah shubuh paling banyak hanya dua shaf saja dan itupun jarang sekali. Belum sempat ngerasani lainnya, adzan sudah mulai dikumandangkan, " Allahu akbar, Allahu Akbar ". Sementara mata masih belum merdeka dari kemerdekaannya. Saya sesegera ke masjid, bukan lantaran saya senang pergi ke masjid, melainkan hanya ingin membuat hati ibu saya senang. Kalau ibu saya senang, pastinya Allah senang dan ini peluang bagi saya untuk naruh proposal agar selekas-lekasnya diijabahiNya. Selain itu, kalau saya ke masjid ikut berjamaah kan bisa njagong dengan tetangga sehabis sholat, itupun kalau banyak yang berangkat ...

Kemerdekaan Bukan Merdeka

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kemerdekaan itu merdeka yang tidak merdeka oleh awalan "ke" dan akhiran "an". Sehingga sebenarnya Kemerdekaan tidak sanggup merdeka oleh awalan dan akhiran. Sementara dalam bahasa inggris, merdeka memiliki kosakata " freedom ", hanya saja arti lebih pasnya itu kebebasan. Kalau kita penggal makna perkata, " free " memiliki makna bebas, sementara dalam bahasa inggris tidak ditemukan kata " dom ", melainkan bahasa swedia yang artinya keputusan. Kalau kita gabungkan akan menjadi "keputusan yang bebas". Tapi saya selesaikan disini saja, definisi-definisi tersebut, sebab tidak terlalu penting bagi engkau sekalian. Apalagi bagi seorang Sutardji Calzoum Bachri , yang hendak membebaskan kata dari pengertian dan makna. Tapi mari kita tadabburi saja kata merdeka ke dalam hidup kita. Kalau kemerdekaan tidak bisa merdeka sebab ada awalan dan akhiran itu artinya kemerdekaan bukanlah sesuatu yang sekarang terj...

Insomnia

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sesampainya di rumah, mata saya tidak mau diajak kompromi, diajak istirah tak lekas berkenan. Sudah setengah jam lamanya mata tak berkenan dipaksa. Padahal sudah saya putar lagu-lagu yang sunyi dari Kiai Kanjeng , seperti Shohibul Baiti , Duh Gusti . Biasanya dengan lagu itu saya bertafakur, merenungi kejadian-kejadian, lalu menuliskan doa dalam dada, lamat-lamat kemudian mata tertutup dengan sendirinya. Namun kali ini, meski sudah jam 03.30, mata saya tak bisa sekejap pun menutup. Kiai kanjeng bagi saya merupakan musik " Syu'uban wa qobaila lita'arafu ", sehingga ketika sudah waktunya untuk istirah, maka akan compatible untuk mempertemukan bangsa-bangsa, suku-suku dalam diri saya untuk saling mengenal dan saling menghargai. Maka biasanya sekujur diri saya, dimulai dari bangsa telinga yang mendengarkan musik " Innalillahi wa inna ilaihi raji'un ", mencoba membantu mata agar selekas-lekasnya tidur. Tapi entah alasan apa Alla...

Kemerdekaan Sejati

Gambar
Oleh HB. Arafat - Tiba-tiba ada teriakan dari arah jalan, saya mengenal suara itu, suara tukang parkir burjo sebelah. Teriakan itu disertai berbondong-bondong orang berlari menuju tempat yang ia maksud. Ada yang berlari, ada yang ngegas kencang alias ngebut , ada yang santai jalan kaki, ada juga yang pakai motor jalan pelan. Hampir semua orang yang masih tersadar berduyun-duyun menuju tempat yang dimaksud pak parkir burjo. Para pelanggan kedai kopi Garuda pun ikut pergi menuju sana, termasuk saya, hanya tersisa mas bakul saja. Sesampainya di sana, saya berusaha menerobos kerumunan, menerobos wajah-wajah ketakutan, wajah-wajah yang di matanya tersimpan kecemasan . Di kerumunan itu saya menerima pesan dari wajah mereka, jika esok kekasihnya, adik-adiknya, orang tuanya yang mengalami. Perlahan saya menepis kerumunan, dalam hati berkata " Labbaika Allahumma labbaik ". Dalam bibir berkata " Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun ". Dalam lidah berkata " Alha...

Tirakat Tarekat Waktu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kang Dul sudah pergi meninggalkan kedai kopi Garuda , meninggalkan uang yang diserahkan kepada sang bakul sebagai pembayaran makan-minum yang telah ia masukkan ke dalam samudera perutnya. Selain itu, ia pergi meninggalkan tumpukan hikmah yang banyaknya hampir serupa tumpukan nasi kucing di sini. Hikmah yang ia berikan serupa ampas kopi yang wedhang kopinya telah ia minum, sementara ampasnya mengendap pada gelas ingatan dan kenangan kami. Hikmah itu inti dari pengetahuan, jika kami terlalu menumpuk kopi pengetahuan sementara ampas kopi hikmahnya tak kami ambil untuk diresap-sesapi, maka kami tergolong manusia-manusia yang merugi . [1] Demi waktu [2] . Kang Dul meninggalkan kami bertujuh: saya, lek Teguh, mas Bakul, dua pelanggan yang sedang pacaran sembari mengerjakan skripsinya di pojok dekat kamar mandi, satu orang di sebelah lek Teguh, dan satunya di dalam dekat kamar tidurnya mas Bakul. Sementara saya masih memiliki waktu dua jam empat puluh satu...

Fatwa Cinta Kang Dul Sebelum Pergi Meninggalkan Angkringan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sebenarnya kebencian itu tidak ada, yang ada itu cinta yang belum diberikan ruang saja. Maka berikanlah ruang-ruang seluas mungkin sebanyak mungkin pada setiap manusia. Sebab yang fitrah dari manusia itu rasa cinta dan kasih sayang. Hari ini engkau bisa jadi benci padaku. Tapi aku menampung kebencian itu untuk energi membongkar dinding antara rumah keraguan dengan rumah kepercayaan, diantara kita, diantara orang-orang (untuk sementara) dijajah pikiran dan hatinya. Pikiran dan hati itu singgasananya cinta dan kasih sayang. Maka aku tiap detik selalu belajar berpikir, belajar merasa agar aku tidak memantulkan kebencianmu untukku kembali padamu. Hari ini, bisa jadi engkau sangat-sangat membenciku. Tapi aku masih mengingat bahwa tiap sholat aku selalu berucap " Ya Muqollibal Qulub, Tsabit Qalbi 'Ala Dinik ". Tuhan bisa saja melakukan apapun semau-maunya, hanya saja manusia diberikannya Dia pilihan dan kesempatan. Pilihan itu berupa mencinta dan...

Kebhinnekaan Angkringan, Pemersatu Umat Manusia

Gambar
Oleh HB. Arafat - Lek Teguh yang daritadi di sebelah kirinya kang Dul, sedikit-sedikit mulai meminta penjelasan kepada kang Dul mengenai "Hubungan Tidak Tersenyum dengan Benci Seseorang Dilihat Dari Perspektif Ilmu Katuranggan " . Ia juga menyentil "Pengaruh Kebhinnekaan Nasi Kucing Terhadap Perdamaian dan Persatuan Pelanggan di Kedai Kopi Garuda " . Namun yang dipertanyakan lek Teguh bukanlah untuk tujuan memberi pencerahan masyarakat, khususnya mahasiswa, agar hal tersebut digunakan sebagai judul-judul skripsi, tesis atau karya ilmiah anda semua. Sebab kalimat lek Teguh bisa saja di copy paste oleh siapa saja yang tak bertanggung jawab. Lek Teguh orangnya kurus, kulitnya hitam, rambutnya gondrong, dan ahli tirakat. Berbeda dengan kang Dul yang penampilannya agak nyentrik , perpaduan antara modern dan tradisional, perpaduan antara kota dan desa. Kalau ukuran tubuhnya kang Dul diantara kurus dan gemuk. Rambutnya kang Dul tidak lurus, juga tidak kriting,...

Ya Kin(i)

Gambar
Oleh HB. Arafat - Anda boleh saja percaya bahwa apa yang dikatakan kang Dul merupakan kebenaran yang sejati, bisa juga anda percaya itu sekadar kebenaran kolektif dari kebenaran personalnya yang kemudian saya meyakini. Bisa juga anda hanya mempercayainya sebagai kebenaran subyektif kang Dul. Namun perlu anda ketahui, bahwa tingkat keyakinan seseorang itu dibagi dalam tiga tingkatan, yakni, Ilmul yaqin, Haqul yaqin, Ainul yaqin . Ilmul yaqin merupakan dasar seseorang untuk memulai memegang kepercayaan kepada kata-kata maupun ucapan orang lain yang patut dipercaya. Sebab ketidaktahuannya pada alam semesta serta apa-apa, semacam seseorang bermadzhab. Seperti seseorang yang belum pernah sama sekali jalan-jalan, sehingga memaksanya men donwload aplikasi penunjuk jalan semacam google map . Barangkali itulah tingkat keyakinan kita hari ini . Kedua, Ainul yaqin , tahap dimana bahwa apa yang kita yakini terhadap salah satu aplikasi penunjuk jalan itu sesuai dengan yang kita te...

Bukan FDS, Tapi FYS

Gambar
"Dari pada Full Day School, Full Year School di Ponpes akan lebih berkesan ." Itu inti tulisan ini. Otomatis sampeyan sudah tahu kalau tulisan ini cukup-amat-sangat tendensius. Jadi, mau langsung ditutup atau melanjutkan baca, terserah sampeyan sendiri. - Full Day School, atau disingkat FDS, akan diberlakukan di sekolah mulai tahun ajaran baru 2017/2018. Kebijakan ini mungkin semacam 'gebrakan baru' atas terpilihnya Mendikbud yang baru. Bukan apa-apa, karena kalau sekadar ganti kurikulum, itu sudah biasa .~ Dan berhasil. Semua perhatian tertuju pada belio. Dua golongan abadi, yaitu pro-kontra, mulai sibuk membahas kebijakan baru yang nyentrik ini. Golongan pro mengindikasi adanya usaha perbaikan moral yang efektif dari FDS. Sedang golongan kontra, membantah adanya efektivitas perbaikan moral pada kebijakan tsb. Kenapa efektivitas perbaikan moral dalam FDS dibantah? Asumsi dasarnya tentu saja: yang namanya moral berangkat dari pembiasaan. Dan pembiasaan, sangat erat...