Tiga Hal yang Membuat Manusia Layaknya Manusia

Esaimini

Seorang bijak pernah berkata,
"Kebijaksanaan manusia terletak pada kejernihan hati dan akalnya."
Keseimbangan akal-pikiran dan hati sangat penting. Ketika akal dalam kondisi jernih dan 'sehat', menyikapi suatu persoalan tidak perlu dengan ilmu yang tinggi-tinggi dan rumit, karena sejak kecil, manusia sudah dibekali dengan common sense. Menggunakan common sense saja kiranya sudah cukup.

Common sense itu semacam mikir piye umume, berpikir sebagaimana banyak orang. Misalnya, pikiran tentang kalau mencuri itu tidak baik, fitnah itu buruk, korupsi itu memalukan dan tercela, kepada orang yang lebih tua harus hormat, FDS itu tidak baik bagi anak-anak yang gampang lelah fisik dan pikirannya, dst dst.

Atau lebih mudahnya, misalnya, Anda tentu seketika mengecap buruk saat melihat pasangan remaja laki-laki dan perempuan, malam-malam, masuk kamar hotel dan cuma berdua. Itu common sense, meskipun sebenarnya Anda juga belum tahu pasti apa yang mereka lakulan di dalam sana.

Bisa saja, mereka belajar bersama di sana (hotel) karena bosan dengan tempat yang biasa-biasa, atau mungkin mereka hanya mengaji di sana, kan, kita tidak tahu. Tetapi hatimu tetap akan berprasangka buruk karena memang etika berduaan lawan jenis, malam-malam, apalagi di kamar hotel, itu tidak baik. Itulah common sense. Tetapi, ya, itu: butuh akal yang 'sehat' untuk menggunakannya.

Kemudian, perihal hati. Kalau hati Anda sudah jernih, orang akan mudah percaya kepada Anda, bahwa hak-hak mereka, 'barang' mereka, kepercayaan mereka, tidak akan Anda tipu, tidak akan Anda korupsi, dst.

Pun sebaliknya, hati yang jernih selalu bikin Anda tidak tega dan akan selalu welas pada sesamanya. Hati yang jernih tidak mudah marah, tidak gampang menyalahkan, tidak suka menuduh. Yang dirasakannya hanya dirinya yang masih begitu banyak kekurangan dan keburukan. Begitu banyak kekurangan dalam dirinya membuat ia selalu sibuk memperbaiki dirinya sendiri, hingga lupa mencari keburukan orang lain.

Seandainya semua orang bisa demikian, tentu suasana toto tentrem kerto raharjo bisa ada di mana saja. Orang akan suka gotong royong dengan sebenar-benarnya gotong royong. Orang akan tanpa berpikir untuk membantu pada yang membutuhkan. Bahkan tidak hanya sesama manusia, tetapi juga pada unsur lain yang juga ikut ngayubagya di dunia, seperti pohon, batu, hewan, tanaman, jin, demit, dst dst.

Maka, dalam rangka mewujudkan semua itu, tim kreatif Esaimini mengusulkan beberapa langkah (((sederhana))) dalam perbaikan diri agar outputnya bisa seperti yang sudah dijelaskan. Setidaknya ada tiga hal. Ya, cuma tiga. Ndak usah banyak-banyak, nanti membosankan. Dan juga, ini bukan pengajian.

Langsung saja, di urutan pertama adalah jangan pelit. Kalau memang sedang banyak mie instan, misalnya, teman-teman kos yang lain mbok, ya, dikasih, dibagi-bagi. Lebih-lebih kalau Anda bersedia menambahkan telur di dalamnya. Niscaya nuansa kemeriahan, kebahagiaan mereka akan segera menemui anda. Bahkan lebih dari itu!

Kedua, jangan mengikuti hawa nafsu. Terutama nafsu biologis. Nah, ini adalah koentji. Segera hentikan kebiasaan Anda membuka situs-situs yang, ehem, por-*tiiit* (disensor, you know what i mean) agar hidup anda tidak kacau. Ya, kacau. Karena kalau terbiasa dengan yang begituan, pikiran anda akan selalu terbayang ke 'sana', di manapun dan kapanpun. Ingat, mind is habbit. Kalau biasa dibuat mikir yang positif, tentu kesininya juga positif. Dan juga sebaliknya.

Tentu saja nafsu biologis tidak hanya itu saja. Banyak yang lainnya. Silakan cari sendiri lainnya dalam konteks hidupmu sendiri. Silakan kira-kira sendiri, raba-raba sendiri, elus-elus sendi... eh, ya, begitulah.

Untuk yang terakhir (atau ketiga dalam urutan ini), jangan membanggakan diri sendiri. Ini penting dalam wilayah sosial. Jangan merasa benar sendiri sehingga orang lain harus salah. Jangan mementingkan ego pribadi, hingga mengabaikan persoalan-persoalan di sekitar Anda.

Kalau panitia qurban butuh banyak orang, misalnya, setidaknya Anda turut serta di sana. Bantu-bantu sebisanya saja, seperti nyapu, ngungkal bendho, ngaret suket teki langsung dari si empunya, dst. Atau, Anda bisa juga ikut mencarikannya orang. Yang penting, jangan menghambat kalau ada teman yang ingin ikut, apalagi berencana memboikotnya, karena berpikir mumpung sedang usumnya. Jangan! Mayoran bakar-bakar sate sudah sangat diidam-idamkan, bahkan sejak bayangan aromanya yang selalu berhasil bikin ngiler.

Jadi, begitulah. Ketiga cara di atas kami rasa dapat mengubah hidup anda menjadi kian lebih baik. Tidak perlu terpaku dengan contoh-contoh ngawur diatas, Anda kami yakin sudah mampu menggerayang-gerayang (Astaghfirullahal adzim, ingat mind is habbit!) mencari sendiri lainnya. Ya, contoh yang lebih hqq dan relevan, maksudnya.

Apakah benar bermanfaat, tho, Mas/Mbak admin? Lhooo jangan salah, ketiga hal tersebut sudah melewati berbagai penelitian dengan metodologi yang panjang dan rumit (bahkan mendekati tidak masuk akal, tapi kami yakin tetap mashoook!) sehingga nisbi ampuh dalam usaha perbaikan hidup anda.
Yaaa... bayangkan saja pendapat orang tentang klinik Tongfang, kami pikir Anda akan berkata serupa setelah menjalankannya.
Sebagai penutup, biar layaknya caption di media sosial (terutama IG dan FB), kami tutup dengan quote yang serupa nan istimewa: Selamat Pagi. (tidak ketinggalan disertai emot senyum manis penebar harapan).~

Postingan populer dari blog ini

Ya Kin(i)

Ahlu Chat wa Sosmed

Kebhinnekaan Angkringan, Pemersatu Umat Manusia