Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tirakat

Tirakat Tarekat Waktu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kang Dul sudah pergi meninggalkan kedai kopi Garuda , meninggalkan uang yang diserahkan kepada sang bakul sebagai pembayaran makan-minum yang telah ia masukkan ke dalam samudera perutnya. Selain itu, ia pergi meninggalkan tumpukan hikmah yang banyaknya hampir serupa tumpukan nasi kucing di sini. Hikmah yang ia berikan serupa ampas kopi yang wedhang kopinya telah ia minum, sementara ampasnya mengendap pada gelas ingatan dan kenangan kami. Hikmah itu inti dari pengetahuan, jika kami terlalu menumpuk kopi pengetahuan sementara ampas kopi hikmahnya tak kami ambil untuk diresap-sesapi, maka kami tergolong manusia-manusia yang merugi . [1] Demi waktu [2] . Kang Dul meninggalkan kami bertujuh: saya, lek Teguh, mas Bakul, dua pelanggan yang sedang pacaran sembari mengerjakan skripsinya di pojok dekat kamar mandi, satu orang di sebelah lek Teguh, dan satunya di dalam dekat kamar tidurnya mas Bakul. Sementara saya masih memiliki waktu dua jam empat puluh satu...