Postingan

Menampilkan postingan dengan label Microphone

Mertamu Nabi dan Pertaubatan Iblis

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sehabis shalat isya’—beserta wirid dan doanya— kami tunaikan, anak-anak berduyun-duyun menuju masjid. Ada yang membawa rebana, ada yang membawa jidur, ada yang membawa bass, ada yang membawa marawis, sebagian lainnya membawa jajanan, minuman, jajan. Sebagian lainnya mulai menata microphone dibantu mas Aris—beliau menjabat sebagai marbot, untuk mengeraskan suara rutinan malam senin, mertamu kepada baginda Agung Nabi Muhammad. Syukur-syukur nanti yang diluar masjid ikut mendengarkan dendangan cinta, lantunan rindu, suara-suara kangen, dan bisikan dalam hati, lalu bergegas ke masjid untuk merapatkan barisan-barisan pecinta yang sedang di mabuk asmara. Mas Arinal keluar dari dalam masjid, maulid sudah saatnya dipentaskan sebagai persembahan cinta dan rindu manusia-manusia yang tak pernah berjumpa dengan kekasihnya Muhammad. Mas Arinal merupakan putra mursyid tarekat di desa kami. Meski beliau termasuk anggota jam’iyyatul gawagis—merupakan jama’ dari kata “Gu...

Kisah Biasa dari Manusia-Manusia Biasa [1]

Gambar
Oleh HB. Arafat - Ke dua temanten sudah duduk di singgasana yang telah dirancang sedemikian rupa oleh tukang dekorasinya. Tukang dekorasi itu bagian penting dari suatu acara pernikahan yang senasib dengan tukang asah-asah, tukang masak, tukang traktat, tukang soundsystem , yang sering dilupakan oleh para tamu undangan. Pastinya para tamu hanya mengingat manusia-manusia yang mendapatkan posisi sebagai peng- ular-ular , naib, saksi dan mereka yang memegang mikrophon . Bicara mikrophon , saya jadi teringat oleh kejadian seorang kiai yang nyerobot mikrophon kiai lainnya yang sedang memberi wejangan pada para jamaah yang terjadi di desa saya. Kembali pada ke dua temanten anyar , sebab waktu ini dunia hanya milik mereka ber dua . Saya, lek Shobirin, Mamak serta tamu-tamu lainnya sekadar numpang ngekos. Ah, lupakanlah dua kalimat sebelumnya, sebab sudah klise , sudah mainstream , diucapkan banyak manusia berbagai level hidup untuk menyinggung pasangan yang sedang kasmaran—bukan ...