Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

Segitiga Cinta: Telinga, Mulut dan Mata

Gambar
Oleh: HB. Arafat - Saya tidak berani menyimpulkan tangan siapa tadi yang aromanya tak pernah saya temui dalam kehidupan saya. Sebab mata saya tertutup, mulut saya katup, telinga pun luput. Kalau Rasulullah masak iya, Rasul yang begitu suci berkenan menyalami makhluk yang selalu berusaha menjadi manusia, manusia yang selalu berusaha menjadi muslim seperti saya. Masak iya, beliau baginda Nabi Muhammad yang menyalami, bisa iya, bisa tidak. Iya dan tidaknya tidak perlu dipertentangkan dan dipertarungkan meski dalam konstelasi para calon (n)guber-nur Jawa bagian tengah. Bisa iya, kalau yang (n)guber-nur itu memiliki marwa n h serta ia diganjar kemampuan menyayangi sebagaimana musthofa. Bisa tidak, kalau-kalau konstelasinya menjadi suatu kontestasi yang mencari menang dan kalah personal. Kok malah ngelindur sampai (n)guber-nur , semoga mereka benar-benar nguber nur yang cahaya akan terpancar pada seluruh umat dan masyarakat. Nur sendiri adalah penciptaan pertama yang dilakukan...

Sebagaimana Baginda Sulaiman Mendengar Cinta Ratu Bilqis, Saya Mendengar Cintamu dengan Air Wudlu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Masih saya dengar segala dosa dan salah, masih terdengar juga suara pujian, rayuan, dan gunjingan yang kebenarannya masih samar-samar. Sebab itulah saya basuh telinga agar kejernihan dan kejelasan di terimanya lalu disampaikan pada memori kenangan dan disimpannya secara baik. Selain itu saya berharap yang paling jernih dan jelas adalah segala kenangan tentangmu. Kejernihan merupakan informasi langit yang detailnya terus dijaga oleh para malaikat muqorrabin di sekitar kita. Meski saya sendiri belum tentu jernih oleh pemikiran semacam ini. Engkau tentu tahu nabi Sulaiman ' alaihis salam bisa berkomunikasi dengan makhluk selain manusia. Mulai dari jin, dhemit , genderuwo , coro, tikus, vampir, drakula, kinjeng, udara, air, tanah, aang, luffy, naruto, boruto, gelombang, frekuensi, listrik serta makhluk-makhluk yang tidak mungkin saya sebut semuanya. Baik itu jarak dekat maupun jarak jauh, asalkan mengalami percintaan dengan baginda Sulaiman. Sebab beliau t...

Fatwa Cinta Kang Dul Sebelum Pergi Meninggalkan Angkringan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sebenarnya kebencian itu tidak ada, yang ada itu cinta yang belum diberikan ruang saja. Maka berikanlah ruang-ruang seluas mungkin sebanyak mungkin pada setiap manusia. Sebab yang fitrah dari manusia itu rasa cinta dan kasih sayang. Hari ini engkau bisa jadi benci padaku. Tapi aku menampung kebencian itu untuk energi membongkar dinding antara rumah keraguan dengan rumah kepercayaan, diantara kita, diantara orang-orang (untuk sementara) dijajah pikiran dan hatinya. Pikiran dan hati itu singgasananya cinta dan kasih sayang. Maka aku tiap detik selalu belajar berpikir, belajar merasa agar aku tidak memantulkan kebencianmu untukku kembali padamu. Hari ini, bisa jadi engkau sangat-sangat membenciku. Tapi aku masih mengingat bahwa tiap sholat aku selalu berucap " Ya Muqollibal Qulub, Tsabit Qalbi 'Ala Dinik ". Tuhan bisa saja melakukan apapun semau-maunya, hanya saja manusia diberikannya Dia pilihan dan kesempatan. Pilihan itu berupa mencinta dan...

Benci Untuk Mencinta

Gambar
Oleh HB. Arafat - "Sampeyan jangan ngawur gitu, kang. Hanya karena pelanggan tadi tidak tersenyum dengan pelanggan sebelahnya lalu sampeyan asumsikan ia memiliki kebencian." sergah saya "Lihat saja nanti, kamu akan paham sendiri." jawab kang Dul yang masih dalam keadaan mengunyah suapan ketiganya. Tidak tersenyum bukan sama dengan benci. Hanya saja tidak tersenyum merupakan tanda-tanda seseorang memiliki benci. Barangkali yang saya pahami semacam itu. Namun gusti Allah itu Maha membolak-balikkan hati manusia. Makanya gusti Allah dalam sholat kita untuk berdoa Ya Muqollibal Qulub Tsabit Qalbi 'Ala Dinik . Tiba-tiba saya teringat lagunya Naif, Benci untuk Mencinta. Tapi yang menyanyikannya Nufi Wardhana. - HB. Arafat , warga Desa Jetak Wedung Demak

Kacamata Cinta

Gambar
Hati-hati memakai kacamata cinta. Kacamata ini hanya akan menjadikan wajah anda biasa-biasa saja. Bahkan cenderung datar. Meskipun kacamata cinta tidak membuat orang lain benci, tetapi tentu tidak juga serta merta membuat orang lain mencintai anda. - Di zaman yang serba tren ini, viral menjadi syarat utama agar anda tetap bisa berbincang, bersosialisasi, maupun bertukar pikiran dengan lainnya. Memakai kacamata cinta hanya akan membuat anda kuno . Embel-embel se retoris cinta hanya akan menunjukkan kalau anda masih remaja, belum waktunya masuk dan ikut larut dalam setiap perdebatan. - Kacamata cinta sangat tidak mashoook untuk perdebatan masa kini. Ekstase seperti jadi paling benar dan 'menang' tak akan terjadi. Padahal keduanya itulah puncak kenikmatan setiap perdebatan. Memakai kacamata cinta juga hanya akan memunculkan hal yang itu-itu saja, dan, tentu saja, membosankan. Kasih sayang, kedamaian, ketiadaan curiga, kompromi, dst dst., tidak akan men...