Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Pasar Formasi

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sepanjang jalan menuju makam Maulana Ibrahim AsSamarkand yang kanan kirinya semakin ramai pedagang kami masih membicarakan formasi-formasi ideal untuk imam besar. Suasana pasar di makam Maulana Ibrahim AsSamarkand kini seperti ramainya pasar-pasar makam wali songo lainnya. Padahal kalau dihitung secara usia, Maulana Ibrahim merupakan bapak walisongo selain Maulana Malik Ibrahim Gresik dan Maulana Ishaq. Maulana Ibrahim Assamarkand merupakan ayah dari Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel), sementara Raden Ali Rahmatullah memiliki putra Raden Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang), Raden Qosim (Sunan Drajat). Selain itu Raden Ali Rahmatullah juga memiliki murid Raden ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri), sementara Raden Mahdum Ibrahim memiliki murid bernama Raden Syahid (Sunan Kalijaga) dan Raden Syahid memiliki putra Raden Umar Said (Sunan Muria). Jadi secara nasab, Maulana Ibrahim memiliki kedudukan yang tinggi dari enam wali songo, namun pasar di area makam beliau kalah cepat r...

Liqoun Adhim Kopi dan Rokok, Formasi Aksi Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Gambar
Oleh HB. Arafat - Satu-satu aku sayang ibu, dua-dua sayang sama bapak, tiga-tiga sayang sama kamu, satu dua tiga sayang semuanya . Maaf bukan itu maksud saya, tapi satu per satu ibu demi ibu pergi meninggalkan warung, berjalan sesuai arahan dari pemilik warung menuju makam Maulana Ibrahim AsSamarkhand. Sementara saya dan kang Toha masih menikmati pertemuan agung/ liqoun adhim antara rokok dan kopi, sebab segala pertemuan yang menyebabkan kembali pada Allah disebut sebagai liqoun . Dalam al Qur’an, pemakaian kata pertemuan jika itu bertemu dengan Allah/Tuhan pasti menggunakan verb “liqoun”. Engkau tahu mengapa kopi menyebabkan mengingat Allah, lantaran kopi itu sebagai jalan wali-wali agar kuat melekan , dalam melekan nya, beliau-beliau selalu menggunakannya untuk wirid menyebut namaNya, bertemu denganNya. Engkau tahu mengapa rokok menjadi penyebab pertemuan denganNya. Konon dahulu kala ada seekor setan yang hinggap di pohon tembakau, dan keberadaannya ditemukan oleh seorang w...

Di Masjid Parkir Pada Jam Smartphone Ada Proyek Pembangunan, Kebangkitan Mantan dan Penistaan Sepak Bola

Gambar
Oleh HB. Arafat - Waktu kota Tuban khususnya kawasan parkir makam Maulana Ibrahim AsSamarkand, menunjukkan pukul 21.00 WIB versi jam smartphone O**O milik saya. Saya sebutkan secara mendetail karena aslinya tiap jam smartphone tiap orang akan berbeda selisih detik, menit bahkan jamnya, apalagi kalau jamnya masih menggunakan handpone jadul no*ia, mot*r*la, dan merk-merk lainnya. Mengapa saya tidak memakai waktu jam dinding ataupun jam tangan itu sebab kedua jam itu sudah tidak dianggap lagi oleh pemuda-pemuda kayak kita ini yang kece namun tidak memble. Selain itu banyak toko jam tangan dan jam dinding yang gulung tikar, tikarnya bolong, ditambal jadah, jadahnya mambu, makankan asu, asunya mati, kinthirkan kali, kalinya asat, gantungkan pagar, pagarnya ambruk, taruhlah ngebuk. Malah nyanyi dayohe teka, gelarkan tikar, selain gulung tikar juga tutup gerai, close store, pokoknya yang hari ini masih bertahan dengan manual akan digeser neo-digital yang berjaring tanpa laba-laba m...

Tua Sebelum Waktunya

Gambar
Oleh HB. Arafat - “Tua sebelum waktunya iki aku mas.” Tuturmu membalas pernyataan sikap bahwa doa yang selalu saya haturkan padaNya hanya untuk emak. Engkau kembali menekuri kenelangsaan yang saat ini sedang saya alihkan pada perjuangan yang mesti kita jalani masing-masing. “Enggak tua kok nduk. Cah ayu tetep muda bagi saya. Ada hal lain yang ingin Allah beritakan kepadamu sebenarnya. InsyaAllah berkah nduk. Diniatkan lillahi ta’ala mawon nduk.” Sembari membalas kesahmu, saya ulurkan tangan menggapai kepalamu, menyandarkannya pada bidang dadaku. “Tapi sampai kapan ya kayak gini?” Engkau sedikit manja namun tetap dalam sedikit duka yang menyelimuti wajah ayumu. Barangkali dada adalah solusi tangis wanita untuk meresapkan segala air matanya. Begitu juga engkau cah ayu. “Mungkin sampai cah ayu benar-benar tidak lagi merasa lelah dan nyerah.” Sembari saya sentuh hidung manismu. “Sampai mati berarti ya. Doakan aku cepat mati jiwa dan raga mas.” “Cah ayu kok ngomongnya nga...

Tafakur dalam Tidur

Gambar
Oleh HB. Arafat - “Pengen nyerah.” Suaramu menyadarkan istirah sejenak saya, namun itu tidak membuat saya mengeluh, patah semangat dan menyerah dari keadaan yang memang mesti dijalani oleh musafir di bumi sebagaimana kita. Sebenarnya saya lelah juga cah ayu, dengan perjalanan yang tak saya sendiri yang mengemudikannya. Namun bagaimanapun penumpang mestilah patuh pada pengemudi agar selamat sampai tujuan yang hendak kita tuju. Selain itu, saya juga tidak tega melihat air matamu yang jatuh lagi dari langit permasalahan yang engkau tampung bersama gumpalan mendung derita. “Kok sukanya gitu sih nduk.” Jawab saya sekenanya agar sedikit kikis derita yang engkau alami, sementara saya jarang membersamai dalam keadaan-keadaan getir semacam itu. Dalam hati merasa bersalah sebab ketiadaan saya pada saat-saat yang genting di kehidupan keluarga kita. Namun bagaimanapun saya mesti berjuang dahulu, berpuasa sejenak, bertirakat sebentar menaklukkan nafsu-nafsu yang tak henti-henti menguji s...

Tugu Perbatasan: Dangdut Koplo dan Dunia Sastro

Gambar
Oleh HB. Arafat - Saya manggut-manggut mendengarkan informasi-informasi yang mbah Taib tuturkan. Selain itu lagu dangdut koplo yang kece tapi tidak memble yang juga tidak anti in-telek-tu-al—artinya dalam telek untuk al— yang membuat saya sekalian manggut-manggut. Sambil menyelam minum air itu lebih mengeyangkan daripada sambil nulis esai terima segepok uang itu tidak mengenyangkan sama sekali. Sebab kenyang itu letaknya di maknyus-nya makanan, bukan di ramainya warung. Lo lah saya kok malah tergiur dengan makanan yang belum ada label halalnya dari lembaga survey inidinesia, duh, duh. Ngelantur saya kambuh lagi, lagi-lagi kambuh beneran tidak fokusan saya dalam manggut-manggut. Tak terasa busnya sudah sampai perbatasan jateng dan jatim. Tiap kali saya menyinggahi suatu tugu perbatasan kota, perbatasan provinsi, selalu mengingatkan kisah kita yang belum lekas dileburkan oleh pak naib. Tapi itu kesalahan saya yang terlalu menjaga diri dari iming-iming uang bergepok-gepok denga...

Pengetahuan, Nabi Anyar dan Ayam NU

Gambar
Oleh HB. Arafat - Ketika sampai di depan STAI Al Anwar, mbah Taib memberitahukan bahwa inilah STAI Al Anwar yang diasuh Gus Ghofur. Kemudian beliau memberitahukan Al Anwar, MUS, MGS, pesantrennya kiai yang pernah nyerobot microphone juga, pesantrennya beliau sendiri dan mbah Ali, serta gang kediaman Kiai Maemun Zubair. Sebenarnya tanpa beliau memberitahu, saya sudah mengetahui, lantaran sering saya kunjungi Sarang. Namun adakalanya, engkau diam dan mendengarkan meski sudah memiliki pengetahuan yang memadai untuk dikatakan tahu. Tahu mengapa semacam itu? Lantaran itu merupakan permukaan dari kemanusiaan, sementara menghargai orang lain bicara itu yang subtansial dari kemanusiaan, ngewongke uwong . Masak saya jawab “ wes reti mbah ” atau “saya sudah tahu mbah”. Coba bayangkan kejengkelan yang akan menghinggapi mbah Taib? Pengetahuan itu laksana pisau, bisa engkau gunakan untuk membunuh karakter manusia, bisa juga engkau gunakan untuk memotong tali penjajahan yang membeleng...

Pesan dan Tren Dangdut Koplo

Gambar
Oleh HB. Arafat - Jika masih ada bung Karno lagi yang tidak politisi PNI —selanjutnya terpecah menjadi beberapa sekte baru, marhaenisme, supeni, massa marhaen dan konon diwarisi PDI yang juga terpecah menjadi dua sekte, PPDI dan PDIP— pastinya beliau tidak lagi mendirikan negara baru, sebab negara ini sudah final menurut beberapa orang. Engkau tahu apa yang akan dilakukan beliau kalau menemukan 10 pemuda penyuka dangdut koplo? Pastinya beliau akan mengikuti jejak Kiai Hasyim Asy’ari —yang telah mendirikan pesantren di Tebuireng, Jombang. Dalam tempo sesingkat-singkatnya akan berdiri Pesantren Dangdut Koplo yang diprakarsai beliau. Kita baru menemukan satu pemuda itu, yakni Dimas Kanjeng Taat Puisi. “ Aku tak sing ngalah, trimo mundur timbang loro ati, tak uyako wong kowe wis bali, ora bakal bali .” Masih dalam menikmati lagu dangdut koplo saya terus mencari-cari nama selain Dimas. Ada lagi pemuda dari Demak namanya Tamam Lokajaya, Muhajir Arrosyid. Ada juga Edi AH Iyubenu ...

Pesantren Dangdut Koplo

Gambar
Oleh HB. Arafat - Maghrib sudah berjalan, sebagaimana bus yang terus berjalan, hanya saja maghrib berjalan ke barat, bus berjalan ke timur. Maghribnya bukan yang memiliki awalan Najib partner syuting Wahyu Shubuh, maghrib yang kala senja tiba burung-burung bersujud, pohon-pohon ruku’. Saya pindah tempat duduk diantara supir dan kondektur. Artinya saya di depan sesepuh kampung, mbah Ali dan mbah Ta’ib. Saya belum makan meski Mamak sudah menawari bekal yang beliau bawa dari rumah. Saya masih pemanasan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman lantaran seharian perut dibiasakan kuat tanpa asupan makanan. Maka tak mengherankan jika banyak kiai kampung kalau bulan ramadlan tiba hanya berbuka dengan segelas teh dan sepotong jadah lalu dilanjut i'tikaf di masjid dilanjut sholat isya’ empat rakaat, tarawih dua puluh rakaat dan witir tiga rakaat—menurut Habib Umar Muthohar, kalau yang benar itu delapan rakaat tarawih dan witir tiga rakaat, kiai-kiai kampung masih punya susuk atau kem...

Berbuka dengan Mantan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Dihalalkan bagi engkau pada waktu malam ketika berpuasa menggauli para wanitamu. Mereka sebagai busana bagi kalian, dan kalian adalah busana bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kalian tidak akan sanggup menahan nafsu kalian, maka Allah mengampuni dan memaafkan kalian. Maka ini saatnya engkau menggauli mereka dan ikutilah apa yang telah dituliskan Allah kepada kalian. Makanlah dan minumlah sehingga jelas perbedaan bagimu benang putih dari benang hitam di suatu fajar. Lalu sempurnakanlah puasa itu sampai malam. Dan jangan gauli mereka sementara kalian beri’tikaf di suatu masjid. Itulah larangan Allah maka jangan engkau mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepada manusia agar mereka bertakwa . [1] Adzan maghrib sudah di kumandangkan tandanya siang sudah diganti malam, kalender juga berganti, waktu saya untuk berbuka. Meski hanya dengan kopi yang saya pesan di warung kecil pojok depan rumah makan dan sebatang rokok yang saya miliki di kantong...

Beberapa Catatan Rembang-Sluke

Gambar
Oleh HB. Arafat - Di Rembang, selain beliau Gus Mus, saya juga teringat ayahnya Kiai Bisri Musthofa. Ayahnya adalah seorang penulis kitab ( muallif ). Beberapa karyanya; Tafsir Al Ibriz, Sulamul Afham, Tafsir Surat Yaasiin, al Azwad al Musthofawiyah, Washaya al Abaa’ lil Abna, Syi’ir Ngudi Susilo dan masih ada puluhan kitab karangan beliau. Dari sini tidak mengherankan jika buah tak jauh jatuh dari pohonnya. Gus Mus pun sama, memiliki banyak karya yang sudah menjadi kitab(bahasa indonesia disebut buku). Karya beliau diantaranya; Membuka Pintu Langit, Lukisan Kaligrafi, Fikih Keseharian Gus Mus, Mencari Bening Mata Air, Ohoi, Negeri Daging, Gelap Berlapis-lapis, Koridor, Wekwekwek, Cerita-cerita Pengantin, Kompenasasi, serta masih banyak yang lainnya. Ada yang unik dari beliau Gus Mus. Yakni nama ayahnya Kiai Bisri Musthofa, nama beliau Musthofa Bisri dan nama putranya Bisri Musthofa. Lalu, nama jalan kediaman beliau itu Jl. KH. Bisri Musthofa. Kota Rembang memiliki kenangan ...

Beberapa Kisah Kayen-Rembang

Gambar
Oleh HB. Arafat - Ternyata sebelum saya sampai di parkir bus, masih ada beberapa ibu yang beribadah belanja—bahasa western religious itu shopping—, padahal penjual di area makam Mbah Sariden terbilang sedikit. Sehingga waktu harus molor menunggui ibu-ibu itu. Engkau tahu bagaimana cara untuk terhindar dari godaan shopping? Cara yang paling hemat bagi seseorang yang hendak menghindari bisikan setan shopping—makhluk apalagi ini, diciptanya kapan, sesudah idajil, malaikat, ya’jul ma’jul, dajjal, eyang semar atau sebelum manusia dicipta— yakni dengan engkau sibuk menulis dan mengkaryai segala peristiwa yang engkau alami. Jika engkau tidak kuat menuliskan kisahmu yang penuh darah dan air mata, sebab terlalu banyak penolakan dan putus, maka buatlah sekreatif mungkin hidupmu dalam berkarya. Berkarya selain menulis bisa berupa melukis, bermain musik, menyanyi, apalagi di gadjetmu kan penuh dengan aplikasi kreatif guys. Perjalanan berlanjut pukul 14.14 seusainya saya sembahyang dan i...

Kembalinya Wanita Itu

Gambar
Oleh HB. Arafat - “ Tangi nang, tangi .” Suara mak dhe Sri sembari menepuk kaki saya agar saya terbangun dari jok yang beliau duduki. Saya terbangun, rupanya ziarah ke makam Ki Ageng Selo sudah khatam. Saya menyesal mengapa mimpi seindah jalan-jalan di kahyangan tapi seram sebagaimana rumah hantu dalam film horor, harus disudahi dengan bangun tidur yang menyesalkan oleh kenyataan saya tak ikut ziarah ke simbahnya kang Dul. Saya kembali ke tempat duduk disampingnya kang Toha. Bus berjalan menuju pati, menuju makam Syech Jangkung, biasa kita mengenalnya dengan nama Mbah Sariden. Sepanjang perjalanan saya mengingat-ingat mimpi itu. Siapa wanita itu? Seperti wanita yang hadir dalam mimpi bus Haryanto Kudus-Yogyakarta, tapi wanita yang ini lebih kurus dari yang itu. Wanita yang ini tidak memakai kacamata, bajunya tidak merah, tapi saya seperti pernah menemuinya, tapi kapannya saya tidak mengingat persis. Dalam percakapan, kami seperti saling mengenal, seperti seorang sahabat yan...

Air Mata Mimpi

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sebab masih bersemayam rasa sesal ketika perjalanan dadakan di Api Abadi Mrapen maka ketika bus berhenti di area Makam Ki Ageng Selo saya tidak beranjak bangun dari tempat tidur kursi busnya. Padahal kang Toha sudah membangunkan saya, katanya sudah dibangunkan hanya saja pindah tempat ke jok belakang yang panjangnya masih menyisakan sedikit dari panjang tubuh saya. Saya baru menyadari kalau tidak ikut berziarah ke makam Ki Ageng Selo saat ibu-ibu yang duduk di jok saya membangunkan saya. Lagi-lagi saya menyesal, sesal di atas sesal. Padahal Ki Ageng Selo merupakan sesepuh sahabat saya kang Dul. Betapa menyesalnya saya mengapa bisa tidak bangun. Coba engkau bayangkan bagaimana menyesalnya saya—yang bisa menggambarkan penyesalan saya akan mendapatkan lukisan gratis dari Gus Azka, itupun kalau beliau berkenan. Penyesalan bagi mbak Dhenok Kristianti adalah tangis tanpa muara. Tidak, tidak sebab itu saya tidak bisa bangun tidur sebenarnya. Engkau pastinya tahu b...

Dulur Papat Pancer Limo

Gambar
Oleh HB. Arafat - Saya kira perjalanan sudah sampai di Makam Ki Ageng Selo, Tawangharjo, Grobogan, sebab dalam jadwal setelah Makam Sunan Kalijaga langsung kesana. Ternyata baru sampai Situs Api Abadi Mrapen yang sejarahnya tidak bisa dipisahkan dengan transisi pemerintahan Majapahit menuju pemerintahan Demak. Konon waktu transisi dari Mojokerto ke Demak, rombongan raja melintasi Mrapen. Saat itu rombongan sedang kehausan, maka Raja Fatah menancapkan tongkatnya lalu dicabut agar keluar air. Namun ijin Allah berkehendak api yang menyembur keluar. Kemudian di sekitar tempat api keluar beliau menancapkan tongkat kembali dan hasilnya keluarlah air jernih untuk diminum seluruh rombongan. Sementara watu bobot yang berada disebelah api abadi adalah peralatan kerajaan yang tertinggal saat singgah disana. Begitulah kisah tentang Api Abadi Mrapen, setelahnya yang bisa saya kabarkan adalah mendidihnya sendang yang keluar air dari pencabutan tongkat yang kedua. Mendidihnya air itu diseb...

Tidur Saja Kok Repot

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sekitar pukul 10.30 kami meninggalkan area makam Sunan Kalijaga, meski dalam tulisan di depan parkiran tertulis kawasan ziarah dan wisata makam Sunan Kalijaga. Lalu mestinya muncul pertanyaan ma adraka wisata? Menurut undang-undang RI no. 10 th 2009—meski sebenarnya tidak shahih banget— ialah kegiatan perjalanan yang dilakukan manusia baik perorangan maupun kelompok untuk mengunjungi destinasi tertentu dengan tujuan rekreasi, mempelajari keunikan daerah wisata, pengembangan diri dsb., dalam kurun waktu yang singkat atau sementara. Berarti kami ke Kadilangu akan disebut wisata jika memenuhi syarat tujuan diantaranya, (1) rekreasi, (2) mempelajari keunikan daerah wisata, (3) pengembangan diri, (4) dsb. Kalau tidak memiliki tujuan diantara keempat tujuan itu secara undang-undang, maka tidak bisa dikatakan wisata. Kalau engkau menyebutnya sebagai wisata sementara tujuanmu tahlilan, yasiinan, washilah, tirakat, riyadhah apalagi curhat engkau akan dikenakan san...

Ziarah: Politik dan Sejarah

Gambar
Oleh HB. Arafat - Destinasi pertama kami yakni Makam leluhur desa kami, Kiai Choliel Idries. Akan lucu, kalau tidak lucu jangan tertawa, sebab itu akan membuat dokter jiwa dan psikolog bertambah pekerjaannya, sementara gajinya sama. Akan lucu, kalau sampai kami bersilaturrahim ke rumah saudara-saudara, teman-teman, kiai-kiai dan guru-guru, namun tidak bersilaturrahim ke orang tua sendiri. Kalau ini jangan tertawa, sebab sudah memasuki paraghraf serius, meski baru paraghraf pertama. Jangan sampai kami seperti bangsa Inidinesia, yang senang mengadopsi produk-produk Ameriki, Is-real, Chin(t)a, Balonku, Ingglis, namun tidak mengadopsi produk bapak-ibunya Nusantara, Atlantis, Kaum Nuh, Sundaland, Mataram, Majapahit, Kalingga, Sriwijaya, dan bapak-bapak ibu-ibu yang lainnya. Maka ziarah pertama kali kami, ke orang tua sendiri, baru ke orang tua lainnya dan seterusnya, sesuai posision nasab nya masing-masing. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Demak, tepatnya ke Makam Kad...

Seminggu Kemudian

Gambar
Oleh HB. Arafat - Seminggu kemudian. Biar tidak kalah saing dengan film-film produksi lokal atau sinema, serial kartun yang sukanya motong alur cerita. Seminggu kemudian, tepatnya kamis seminggu kemudian. Ingat lo, seminggu kemudian skip sine-nya ketika sehabis mahalul qiyam di masjid, lalu hilang semua alurnya dilanjutkan dengan dua kata “seminggu kemudian”. Seminggu kemudian setelah malam senin maulidan disudahi, kehidupan saya yang biasa-biasa perlu dirasakan dengan biasa saja. Kunci untuk menjadi biasa saja hanya satu yakni membiasakan yang belum terbiasa menjadi suatu kebiasaan yang biasa-biasa saja. Seminggu kemudian, selain menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, ada yang hampir luar biasa. Yakni saya berhasil melaksanakan proses amplopisasi secara continue —bukan to be continues milik beberapa acara televisi— kepada teman, saudara, tetangga (dan mantan)—secara kaidah bahasa yang baik, sesuatu teks yang berada dalam kurungan itu tidak penting dibaca sebagai kesatua...

Tuan Rumah

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kemudian bagian 5 Al Barjanzy diserahkan mas Arinal kepada saya. Saya baca hingga selesai, para jamaah bersama-sama mengucapkan Aththirillahumma raudlahus syarifi bi’arfin syadzi min sholatin wa taslim . Allahumma sholli wasalim ‘alaih . Mas Arinal memberikan kode agar personil Narju Syafaah bersiap-siap untuk memulai melantunkan lagu-lagu cinta, syair-syair cinta, puisi-puisi cinta. Lampu dimatikan Mas Aris, masjid menjadi gelap. Shohibul baiti , lantunan itu mulai terdengar dari soundsystem masjid. Shohibul baiti , itu suara mas Arinal. Shohibul baiti , bergetar badan saya, mulai merasakan lemas tanpa daya—seperti baterai yang lowbat. Ya Shohibul baiti , tiba-tiba ngantuk menyerang mata dan pikiran semakin kosong—sekosong hatimu wahai para jomblo. Imamu hayati , mulai hening tanpa rasa menghinggapi diri. Imamu hayati , tiba-tiba saya merasakan berdiri di suatu rumah. Imamu hayati , saya ketuk rumah itu. Rumah kayu jati yang atapnya sebagaimana atap rumah...

Segitiga Cinta: Telinga, Mulut dan Mata

Gambar
Oleh: HB. Arafat - Saya tidak berani menyimpulkan tangan siapa tadi yang aromanya tak pernah saya temui dalam kehidupan saya. Sebab mata saya tertutup, mulut saya katup, telinga pun luput. Kalau Rasulullah masak iya, Rasul yang begitu suci berkenan menyalami makhluk yang selalu berusaha menjadi manusia, manusia yang selalu berusaha menjadi muslim seperti saya. Masak iya, beliau baginda Nabi Muhammad yang menyalami, bisa iya, bisa tidak. Iya dan tidaknya tidak perlu dipertentangkan dan dipertarungkan meski dalam konstelasi para calon (n)guber-nur Jawa bagian tengah. Bisa iya, kalau yang (n)guber-nur itu memiliki marwa n h serta ia diganjar kemampuan menyayangi sebagaimana musthofa. Bisa tidak, kalau-kalau konstelasinya menjadi suatu kontestasi yang mencari menang dan kalah personal. Kok malah ngelindur sampai (n)guber-nur , semoga mereka benar-benar nguber nur yang cahaya akan terpancar pada seluruh umat dan masyarakat. Nur sendiri adalah penciptaan pertama yang dilakukan...

Medayoh Tresno

Gambar
Oleh HB. Arafat - Al jannatu wa naimuha sa’dun liman yu sholli wa yusallimu wa yubarik ‘alaih . Maulid sudah dibacakan salah satu anak Narju Syafaah [1] , namanya Dhani, masih kelas 6 Madrasah Ibtida’. Jamaah lainnya menyahut dengan Allahumma shalli ‘alaih . Ia baca sampai akhir bagian, di setiap kalimatnya disahut jamaah lainnya dengan Allahumma shalli ‘alaih . Suatu orkestra, tertrikal komunikatif yang dipersembahkan untuk Kanjeng Nabi Muhammad. Komunikasi cinta antara pembaca dan pendengar (yang ikut membaca shalawat) maulid. Bisakah engkau menemukan media, ruang, acara semacam ini di seluruh penjuru Dunia selain di tanah penggalan surga, Nusantara. Bangsa kita adalah bangsa yang pandai mengalihkan benci menjadi cinta, tai menjadi roti, sakit menjadi nikmat, dicuri menjadi memberi. Inilah bangsa yang pandai menciptakan sudut pandang yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain, baik sekarang dan masa lampau. Maka tidak mengherankan, ketika Kanjeng Nabi Muhammad menyebut seseora...