Liqoun Adhim Kopi dan Rokok, Formasi Aksi Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Oleh HB. Arafat
-
Satu-satu aku sayang ibu, dua-dua sayang sama bapak, tiga-tiga sayang sama kamu, satu dua tiga sayang semuanya. Maaf bukan itu maksud saya, tapi satu per satu ibu demi ibu pergi meninggalkan warung, berjalan sesuai arahan dari pemilik warung menuju makam Maulana Ibrahim AsSamarkhand. Sementara saya dan kang Toha masih menikmati pertemuan agung/liqoun adhim antara rokok dan kopi, sebab segala pertemuan yang menyebabkan kembali pada Allah disebut sebagai liqoun. Dalam al Qur’an, pemakaian kata pertemuan jika itu bertemu dengan Allah/Tuhan pasti menggunakan verb “liqoun”. Engkau tahu mengapa kopi menyebabkan mengingat Allah, lantaran kopi itu sebagai jalan wali-wali agar kuat melekan, dalam melekannya, beliau-beliau selalu menggunakannya untuk wirid menyebut namaNya, bertemu denganNya. Engkau tahu mengapa rokok menjadi penyebab pertemuan denganNya. Konon dahulu kala ada seekor setan yang hinggap di pohon tembakau, dan keberadaannya ditemukan oleh seorang wali. Atas inisiatif wali tersebut, daun tembakau dibuatnya menjadi rokok, sehingga tiap engkau menyulut api pada rokok akan terdengar suara “kretek, kretek”, itulah tangisan setan.
Selain menjadi suatu pertemuan agung, kopi dan rokok adalah jalan amar ma’ruf nahi mungkar. Kopi sebagai amar ma’ruf yang memacu jantung, jantung memacu tubuh agar melaksanakan kata-kata menjadi kebaikan. Rokok adalah media nahi mungkar dalam rangka menghabisi populasi setan-setan yang mulanya senang tinggal di pohon tembakau. Tapi setannya sudah masuk partai politik, sehingga populasinya tetap tumbuh subur dan beranak pinak. Ada juga setan yang berkoalisi di cikeas, di petamburan, di menteng, di senayan, bahkan ada yang menjadi peresiden bedes, ketua em-pe-er, de-pe-er, hingga gube-ernur. Maka hadirlah front-front pembela mantan, untuk melindungi mantan-mantan agar tidak diberangus oleh kepicikan setan. Jadi kehadiran front pembela mantan patut kita dukung meski sering bikin agenda angka-angka HK dan togel. Tapi tak apalah, akhirnya yang gajinya pas-pasan pun dapat rejeki tambahan dari prediksi angka yang digelar front pembela mantan itu. Tarji’!
Kembali pada saya dan kang Toha ya gaes, karena kami sudah ditinggal ibu-ibu yang tak lagi tampak batang hidung, biji mata, buah bibir serta daun telinganya lagi. Meski kami hanya duabatang kara, bukan membuat kami tergesa-gesa menikmati kopi dan rokoknya, lantaran momentum semacam ini jarang kami nikmati jika dalam perjalanan rombongan menggunakan bus pariwisata. Apalagi kabarnya Manchester United sedang berjaya, meski rokok tetap saya hisap. Maka untuk mensucikan kembali sepak bola dari penistaan saya tadi, saya kabarkan pada kang Toha kabar-kabar yang menggembirakan dari Manchester United dan Timnas U-16 dan U-19 Indonesia. Meski kabar yang saya dapatkan dari informasi simbah google saja, tapi tak apalah ya. Konon katanya kabar yang masih murni dari manipulasi, kamuflase, modus dan hoax hanyalah kabar dan berita olah raga, selain itu seringnya manipulatif, kamuflatif, modusif dan hoaxis—asalkan jangan ahokis dan alexis.
Tak terasa kopi dan rokok kami sudah habis diminum dan dihisap oleh asiknya berbagi informasi mengenai sepak bola. Saatnya kami menyusul mereka untuk sembahyang 3-2 rakaat di masjid makam Maulana Ibrahim AsSamarkhand. Kami berjalan berdampingan seusainya membayar kopi yang kami minum. Dalam perjalanan menuju masjid kami sempat membahas formasi yang pas untuk diterapkan oleh Sir Rizieq Syihabuddin Al Habib dalam aksi-aksinya mendatang. Diantaranya formasi 1-9, kami namai sebagai formasi gerakan 1 September, beknya satu, strikernya sembilan sekaligus. Formasi ini akan langsung menghancurkan formasi tito-tito carrebian-nut—maaf saya sebut nama minuman di Kedai Kopi Garuda. Selanjutnya formasi 2-2-2-2-2, namanya formasi keadilan, beknya dua, gelandang bertahan dua, gelandang tengah dua, gelandang serang dua, strikernya dua. Formasi ini akan membuat bimbang formasi kerja-kerja-kerja, lantaran pekerjaan pemain dibagi merata. Untuk usulan formasi lainnya dari engkau-engkau bisa dikirimkan ke nomor 085640790xxx sembari dikasih gambar kopi dan rokok yang legal.
—
HB. Arafat, santri Kiai Ulil Albab Arwani, Bendan-Kudus
