Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Kacamata Cinta

Gambar
Hati-hati memakai kacamata cinta. Kacamata ini hanya akan menjadikan wajah anda biasa-biasa saja. Bahkan cenderung datar. Meskipun kacamata cinta tidak membuat orang lain benci, tetapi tentu tidak juga serta merta membuat orang lain mencintai anda. - Di zaman yang serba tren ini, viral menjadi syarat utama agar anda tetap bisa berbincang, bersosialisasi, maupun bertukar pikiran dengan lainnya. Memakai kacamata cinta hanya akan membuat anda kuno . Embel-embel se retoris cinta hanya akan menunjukkan kalau anda masih remaja, belum waktunya masuk dan ikut larut dalam setiap perdebatan. - Kacamata cinta sangat tidak mashoook untuk perdebatan masa kini. Ekstase seperti jadi paling benar dan 'menang' tak akan terjadi. Padahal keduanya itulah puncak kenikmatan setiap perdebatan. Memakai kacamata cinta juga hanya akan memunculkan hal yang itu-itu saja, dan, tentu saja, membosankan. Kasih sayang, kedamaian, ketiadaan curiga, kompromi, dst dst., tidak akan men...

Dering Telponku Membuatku Tersenyum di Pagi Hari

Gambar
Saya tidak sengaja berpikir macam-macam ketika playlist lagu itu terus berputar. Satu lagu selesai, dilanjutkan lagu lain. Dari intro musiknya, sudah bisa saya tebak lagu kali ini: Ran - Dekat di Hati. Secara 'mak sliwer', perhatian saya tertuju pada larik pertama bait lagu ini. --- Dering telponku membuatku tersenyum di pagi hari . --- Benar, berpikir macam-macam yang saya katakan adalah pada lirik itu. Secara umum, dapat dibayangkan perihal sebuah pagi yang senyum karena dering sebuah ponsel. Tentu ini menjadi bekal yang baik untuk mengawali hari. - Ada beberapa kondisi yang berbeda. Meskipun sama-sama tersenyum, rasa senyumannya nanti berbeda. Di sini inti pembahasan terletak pada, dering ponsel -> memunculkan senyuman . Ada yang berdering ponselnya, karena sapaan pagi dari sang kekasih. Ini baik untuk membuat mood kian cerah. Ada yang berdering ponselnya karena setting alarm. Bisa diasumsikan berdering untuk ibadah Shubuh. Hal ini tentu berda...

Berjalan ria Menyusuri Taman di Pualam Senja: Bukan Sebuah Judul

Gambar
Pemuda itu selalu berjalan. Dari dukuh ke dukuh, desa ke desa, kota-kota, dimensi ke dimensi, ia terus berjalan. Apa yang sebenarnya dilakukannya, tak ada yang tahu. Semua orang melihatnya sebagai usaha yang sia-sia. Kakinya akrab dengan terik udara siang, berteman dinginnya tengah malam, sampai membersamai pagi yang masih mengintip dibalik mega. Pemuda itu masih berjalan. Ya, hanya berjalan. Sesekali menepi di bawah pohon beringin, sekadar minum dari botol kusamnya. Pernah ia ditawari banyak hal. Mulai menjadi atlet maraton sampai direktur pengembang sepatu. Tapi ia tidak mau. Bahkan hal remeh seperti diberi tupperware agar mengganti botol kusamnya, tetap ia menolaknya. Alasannya sederhana. Apa? Sengaja tidak disertakan alasannya, supaya anda sekalian penasaran . - Ia terus berjalan. Sudah tak terhitung berapa kilometer jarak yang sudah ia lalui. Itu artinya, tak terhitung pula waktu yang sudah ia buang sia-sia, menurut banyak orang. Makan dan minum seadanya...

Perubahan Budaya adalah Koentji

Gambar
Oleh Abdur Rozaq - ... Karena pada dasarnya, budaya bersifat dinamis (selalu berubah-ubah sesuai kebutuhan). Ini adalah koentji. Lebih tepatnya kebutuhan masyarakat, karena pemilik kebudayaan adalah masyarakat (bukan individu). Fenomena perubahan pakaian, bahasa, dst., belum bisa dikatakan perubahan budaya jika 'pelaku'nya individu. Belum bisa disebut masyarakat jika tidak ada beberapa unsurnya, termasuk individu. Maka kebudayaan, merupakan kesepakatan kebutuhan masing2 individu dalam lingkup masyarakat secara luas. Karena kebudayaan adalah "kebutuhan", maka "boleh" untuk setiap individu menggunakan kebudayaan yang dianggap mampu memenuhi kebutuhannya (dalam ranah ini, boleh berkesimpulan bahwa kebudayaan adalah kebutuhan primer individu). - Dalam perkembangannya, banyak terjadi fenomena dimana suatu kebudayaan mulai ditinggalkan karena kebutuhan zaman. Pun terjadi di mana-mana, suatu kebudayaan yang sudah mati dihidupkan kembali ...

Sebutir Filsafat

Gambar
Memahami filsafat harus tentukan tujuanmu: mau jadi Filosof atau Ahli Filsafat . Filosof itu mikir sendiri, kontemplasi sendiri, memproduksi sendiri, dst dst. Kalau ahli filsafat, belajar filsafat itu apa, pikirannya Plato, Aristoteles itu bagaimana, dst. - Kemudian bedakan: filsafat sebagai Metodologi Berpikir dengan filsafat sebagai Produk Filsafat . Banyak orang mengkafir-kafirkan filsafat biasanya melihat filsafat as product . Pembahasannya memang tak jarang bikin kzl saja. - Filsafat lahir ketika orang mulai tidak percaya dengan jawaban mitis dalam menyelesaikan persoalan hidupnya. --- Jadi dari Mitos -> Logos. --- Mitos itu tidak selalu jelek, tapi yang jelas ia tidak rasional. Cirinya irrasional adalah tidak universal, tidak terbuka; sendiri-sendiri, tertutup. Peradaban yang maju biasanya dari Mitos konversi ke Logos. Era kejayaan Islam dulu, mengalami konversi dari Mitos ke Logos. Jadi, awal kelahiran filsafat: kalau sudah muncul keingina...

Musuhku adalah Aku

Gambar
Oleh Abdur Rozaq - Diriku, maafkan aku. Karenaku kau terluka dalam perang melawan hawa nafsu. Bahkan saat berperang dulu, aku secara diam-diam memihak musuh dan berbalik menyerangmu. Diriku, maafkan aku yang telah berlaku dzalim padamu. Saat diri yang lain tengah berbahagia merayakan kemenangannya, kau terpuruk lemas menahan luka. Ini hari kemenangan mereka tapi bukan hari kemenanganmu. Bagimu, ini adalah hari kemenangan hawa nafsu padamu. Kau kalah telak... Jangan iri pada yang pesta bersulang anggur merayakan kemenangannya. Kau belum pantas meminumnya. Kau masih kalah. Sekarang bangkitlah! Hadapi musuhmu sendirian. Berperanglah sekali lagi, lagi, lagi, sampai kau pantas bersulang arak dengan mereka. Suatu kehormatan bagimu jika kau gugur dalam laga. Setidaknya itu membuktikan dirimu ada di pihak mana. Memihakku ataukah jadi budak mereka.

Kuliah dan Lapangan Kerja (part 2)

Gambar
--- Sekolahlah sampai engkau tahu dirimu dibodohi, dan kamu tahu kalau sekolah gagal membodohimu. (Emha) --- Mengawali bagian kedua ini, ungkapan tersebut sepertinya pas untuk sekadar sebagai permenungan. Dalam kehidupan mahasiswa, tidak jarang orientasi yang ditumbuhkan (bahkan oleh sebagian dosen) adalah memperoleh pekerjaan dengan jabatan yang tinggi. Setidaknya, berpenghasilan tinggi. Materi yang diajarkan sangat spesifik, sehingga keluarannya adalah seorang spesialis. Orang bekerja di bidang Editor, Jurnalistik, setidaknya tentu dari Sarjana Ilmu Komunikasi. Orang bekerja di proyek pembangunan harus dari teknik; sipil, arsitektur, dst. Bahkan bagi sarjana kependidikan, guru adalah semacam jalan pasti. Sedang yang jadi acuan adalah menjadi PNS. Orang berlomba-lomba masuk PNS karena gajinya tinggi. Orang tidak lagi berlomba menjadi guru dengan idealisme yang sama ketika ia masih menekuni dan mendalami studi kependidikannya. Terbawa Arus Seperti di tulisan bag...

Kuliah dan Lapangan Kerja (part 1)

Gambar
Menuntut ilmu tentu adalah hak segenap bangsa. Ilmu memang menjadi semacam bekal untuk survive , bertahan hidup di dunia yang katanya penuh perjuangan ini. Soal lapangan pekerjaan? Nanti dulu. Itu persoalan belakangan. Ketika masih pada fase menuntut ilmu, lakukan saja dengan sungguh-sungguh. Karena perkara esok hari selalu saja tak pasti. Bagi lulusan SMA Sederajat, silakan melanjutkan ke perguruan tinggi. Kalau pun kondisi ekonomi menjadi penghalang, masih ada kemauan yang patut diperjuangkan. Di perguruan tinggi, banyak berbagai pemikiran yang akan turut membuka pandangan. Banyak kesadaran baru tentang arti diri, masyarakat, dst., yang perlu juga direnungkan. Bahkan di sini, tingkat keilmuan yang maksimal dituntut untuk dicari secara mandiri. Para dosen hanya menunjukkan pintu-pintu, keindahan permukaan laut yang nantinya diselami sendiri, secara mandiri. - Kalau perlu, usai lulus Strata Satu (S1) silakan melanjutkan ke strata berikutnya (S2, S3). Tingkat kemandiri...

Maba

Gambar
Bulan-bulan seperti Juli dan Agustus menjadi ramai bagi lulusan SMA Sederajat. Hiruk pikuk pendaftaran studi lanjut terlihat di setiap kampus. Lapak-lapak bermunculan di trotoar jalan jalan kampus. - Ujian telah dilakukan. Detik-detik menunggu pengumuman diterima atau gagal terasa begitu menegangkan. Paling tidak, terasa begitu lama ditunggu. Altar dipersiapkan. Momen pengumuman tiba. Setiap jiwa menanggung beban masing-masing. Beban kecewa atau pun gembira. Kemudian memutuskan langkah baru, langkah selanjutnya. - " Syukurlah, keterima! Aku diterima, 'Mak. Aku masuk perguruan tinggi .~" Ya. Diterima di perguruan tinggi adalah suatu kebanggaan tersendiri. Semacam kebanggaan yang membuncah di dada tetapi menolak dijelaskan dengan kata-kata. Bahkan, yang cerdas dan pasti masuk pun saya percaya tak luput dari seremonial semacam itu. Orang tua ikut senang, lalu mulai sibuk mempersiapkan keberangkatan sang anak menempuh studi. Dengan sedikit berat hat...

Teman Imajinasi dan Sajak Sebatang Lisong

Gambar
Banyak orang memiliki teman imajinasi. Teman yang tidak ada kemudian diada-adakan untuk menemani. Baik sekadar bermain, maupun membantu berkarya. Teman imajinasi sangat membantu terutama bagi pribadi-pribadi yang gemar menyendiri. Tentu saja tidak semua orang punya teman imajinasi. Tapi saya yakin semua orang pernah memikirkannya, baik ketika masih kecil maupun sampai remaja. Tentang pribadi yang suka menyendiri, teman imajinasi menjadi pilihan yang teramat kuat. Tingkat ke-ada-annya berbeda setiap orang. Ada yang sekadar berbicara dengan diri sendiri sebagai refleksi, ada yang sampai mempercayai dalam skala nyata. Yang menarik adalah yang kedua. Teman imajinasi yang mendekati nyata. Terutama dalam dunia tulis menulis, yang kedua ini kerap kali menjadi titik tumpu. Teman imajinasi menjadi tokoh yang responsif terhadap persoalan utama, sehingga tulisan seolah hidup dengan adanya komunikasi dua arah. Ini hanya pengamatan saya pribadi, tentu saja. Penulis yang terbiasa menggunak...