Musuhku adalah Aku
Oleh Abdur Rozaq
-
-
Diriku, maafkan aku. Karenaku kau terluka dalam perang melawan hawa nafsu. Bahkan saat berperang dulu, aku secara diam-diam memihak musuh dan berbalik menyerangmu.
Diriku, maafkan aku yang telah berlaku dzalim padamu. Saat diri yang lain tengah berbahagia merayakan kemenangannya, kau terpuruk lemas menahan luka. Ini hari kemenangan mereka tapi bukan hari kemenanganmu.
Bagimu, ini adalah hari kemenangan hawa nafsu padamu. Kau kalah telak... Jangan iri pada yang pesta bersulang anggur merayakan kemenangannya. Kau belum pantas meminumnya. Kau masih kalah.
Sekarang bangkitlah! Hadapi musuhmu sendirian. Berperanglah sekali lagi, lagi, lagi, sampai kau pantas bersulang arak dengan mereka. Suatu kehormatan bagimu jika kau gugur dalam laga. Setidaknya itu membuktikan dirimu ada di pihak mana. Memihakku ataukah jadi budak mereka.
