Tuan Rumah
Oleh HB. Arafat - Kemudian bagian 5 Al Barjanzy diserahkan mas Arinal kepada saya. Saya baca hingga selesai, para jamaah bersama-sama mengucapkan Aththirillahumma raudlahus syarifi bi’arfin syadzi min sholatin wa taslim . Allahumma sholli wasalim ‘alaih . Mas Arinal memberikan kode agar personil Narju Syafaah bersiap-siap untuk memulai melantunkan lagu-lagu cinta, syair-syair cinta, puisi-puisi cinta. Lampu dimatikan Mas Aris, masjid menjadi gelap. Shohibul baiti , lantunan itu mulai terdengar dari soundsystem masjid. Shohibul baiti , itu suara mas Arinal. Shohibul baiti , bergetar badan saya, mulai merasakan lemas tanpa daya—seperti baterai yang lowbat. Ya Shohibul baiti , tiba-tiba ngantuk menyerang mata dan pikiran semakin kosong—sekosong hatimu wahai para jomblo. Imamu hayati , mulai hening tanpa rasa menghinggapi diri. Imamu hayati , tiba-tiba saya merasakan berdiri di suatu rumah. Imamu hayati , saya ketuk rumah itu. Rumah kayu jati yang atapnya sebagaimana atap rumah...