Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kontemplasi

Tuan Rumah

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kemudian bagian 5 Al Barjanzy diserahkan mas Arinal kepada saya. Saya baca hingga selesai, para jamaah bersama-sama mengucapkan Aththirillahumma raudlahus syarifi bi’arfin syadzi min sholatin wa taslim . Allahumma sholli wasalim ‘alaih . Mas Arinal memberikan kode agar personil Narju Syafaah bersiap-siap untuk memulai melantunkan lagu-lagu cinta, syair-syair cinta, puisi-puisi cinta. Lampu dimatikan Mas Aris, masjid menjadi gelap. Shohibul baiti , lantunan itu mulai terdengar dari soundsystem masjid. Shohibul baiti , itu suara mas Arinal. Shohibul baiti , bergetar badan saya, mulai merasakan lemas tanpa daya—seperti baterai yang lowbat. Ya Shohibul baiti , tiba-tiba ngantuk menyerang mata dan pikiran semakin kosong—sekosong hatimu wahai para jomblo. Imamu hayati , mulai hening tanpa rasa menghinggapi diri. Imamu hayati , tiba-tiba saya merasakan berdiri di suatu rumah. Imamu hayati , saya ketuk rumah itu. Rumah kayu jati yang atapnya sebagaimana atap rumah...

Tiga Hal yang Membuat Manusia Layaknya Manusia

Gambar
Seorang bijak pernah berkata, "Kebijaksanaan manusia terletak pada kejernihan hati dan akalnya." Keseimbangan akal-pikiran dan hati sangat penting. Ketika akal dalam kondisi jernih dan 'sehat', menyikapi suatu persoalan tidak perlu dengan ilmu yang tinggi-tinggi dan rumit, karena sejak kecil, manusia sudah dibekali dengan common sense . Menggunakan common sense saja kiranya sudah cukup. Common sense itu semacam mikir piye umume , berpikir sebagaimana banyak orang. Misalnya, pikiran tentang kalau mencuri itu tidak baik, fitnah itu buruk, korupsi itu memalukan dan tercela, kepada orang yang lebih tua harus hormat, FDS itu tidak baik bagi anak-anak yang gampang lelah fisik dan pikirannya, dst dst. Atau lebih mudahnya, misalnya, Anda tentu seketika mengecap buruk saat melihat pasangan remaja laki-laki dan perempuan, malam-malam, masuk kamar hotel dan cuma berdua. Itu common sense, meskipun sebenarnya Anda juga belum tahu pasti apa yang mereka lakulan di dalam...

Penak Jamanku To?

Gambar
Oleh HB. Arafat - Saya terpaksa tidak mau mengajak berbincang kang Dul lebih lama lagi, lantaran mestinya kang Dul dengan sesegera mungkin pergi ke rumah mertuanya. Mertuanya lebih sangat membutuhkan daripada ia ngobrol dengan saya. Kang Dul pamit pergi dari warung, sementara saya menghubungi mamak. Apakah belanjanya sudah selesai atau masih membutuhkan waktu lama lagi. Syukurlah masih lama waktu yang perlu dihabiskan mamak untuk belanja, sehingga memberikan peluang kepada saya untuk melaksanakan sujud syukur. Syukur karena ada chat WhatsApp darinya, yang mesti saya rahasiakan dari engkau-engkau semua. Selain itu saya mensyukuri telah diberikan banyak nilai dari pria yang kusangkakan sebagai Hidlir ' alaihis salam . Jam handpone menunjuk pada angka 11.19, saya beranjak menuju masjid. Sesampainya di masjid, langsung menuju kulah . Kulah itu bak air di masjid yang biasa dipakai untuk berwudlu kaum primus , pria-pria mushola. Sebab biasanya para wanita tidak wudlu di ma...

Rizki di Pagi yang Indah

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kopi, rokok dan bakwan lek Kholidah sudah membuat saya (berusaha) bersyukur, meski mata sebenarnya ngantuk-ngantuk gimana gitu, tapi enggan terpejam. Anak-anak mulai berangkat ke madrasah sebelah barat rumah, setingkat sekolah dasar, berjalan kaki laiknya sekumpulan semut yang bahu-membahu mencari makanan. Satu dua anak yang diantar pakai motor oleh orang tuanya, bukan sebab orang tuanya khawatir diculik, melainkan sebab rumahnya di dusun sebelah. Kali ini saya sangat bersyukur, tanpa meminta, mamak membawakan sebungkus janganan. Dari pada kepala saya disesakpenati kebenaran informasi yang belum valid tadi, dikatakan kebenaran saja belum sampai, ngapain harus dibawa ke alam pikir. Tapi hal itu membuat saya teringat yang pernah Mbah Nun tuturkan dalam maiyahan. Bahwa kebenaran itu ada benere awake dewe , benere wong akeh , dan bener sak benere bener / kebenaran sejati. Kalau masih pada tahapan benere awake dewe , anda boleh menerima, boleh juga tidak mener...

Fatwa Cinta Kang Dul Sebelum Pergi Meninggalkan Angkringan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sebenarnya kebencian itu tidak ada, yang ada itu cinta yang belum diberikan ruang saja. Maka berikanlah ruang-ruang seluas mungkin sebanyak mungkin pada setiap manusia. Sebab yang fitrah dari manusia itu rasa cinta dan kasih sayang. Hari ini engkau bisa jadi benci padaku. Tapi aku menampung kebencian itu untuk energi membongkar dinding antara rumah keraguan dengan rumah kepercayaan, diantara kita, diantara orang-orang (untuk sementara) dijajah pikiran dan hatinya. Pikiran dan hati itu singgasananya cinta dan kasih sayang. Maka aku tiap detik selalu belajar berpikir, belajar merasa agar aku tidak memantulkan kebencianmu untukku kembali padamu. Hari ini, bisa jadi engkau sangat-sangat membenciku. Tapi aku masih mengingat bahwa tiap sholat aku selalu berucap " Ya Muqollibal Qulub, Tsabit Qalbi 'Ala Dinik ". Tuhan bisa saja melakukan apapun semau-maunya, hanya saja manusia diberikannya Dia pilihan dan kesempatan. Pilihan itu berupa mencinta dan...

Gerhana Nasi Kucing dan Gorengan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Gerhana bukan sekadar tanda bahwa dunia sedang diselimuti kegelapan. Kegelapan itu bisa berupa kedzaliman, fitnah, makar, ketidakadilan, intoleran, korupsi, perampokan, zina, kesemena-menaan, angkuh, sombong, juga tak tahu diri. Kalau kita mengambil hikmah gerhana hanya dari sebab keadaan gelap, sehingga kita menciptakan citra-istighfar , istighfar-citra . Memakai peci sembari menampilkan wajah sesendu mungkin, bertasbih di depan awak media, serta mengisak-isak tangisnya, itu sudah terlalu mainstream . Kalau kita hanya mengambil hikmah dari gerhana, sebab telah terjadi gelap lalu ramai-ramai mencari sumber penciptaan cahaya, agar ia tidak kegelapan, itu sudah lazim. Jika tidak sanggup menemukan sejatinya sumber cahaya, maka itu akan menjadi cahaya yang semu. Tidak kekal dan hanya akan menjadi cahaya material saja. Mestinya kita pandang gerhana sebagai momentum perenungan dan permenungan kita untuk menyadari, mengakui, dan meminta maaf untuk tidak men...

Lulusan Rahim Ibu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sejak Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kang Dul memiliki kebiasaan ketika ditanya siapapun, "Dari mana?" , selalu menyebut tempat terakhir yang ia kunjungi, meski itu bukan sebab tempat yang mempengaruhinya dalam bertindak. Itupun disadari, malahan dijadikannya trik menghindar dari ibunya, bu Fat, ketika bertanya, "Mau kemana?" . Seringnya ia menjawab "mau ke masjid" , agar tak ketahuan kalau ia hendak bermain dengan teman-temannya. Meski akhirnya ia menyempatkan ke masjid, sekadar wudlu atau masuk kemudian keluar masjid saja. Kalau kita terbiasa dengan multiple choice , kang Dul berbohong atau jujur? Maka kita akan saling berbenturan satu sama lain oleh kebenaran personal masing-masing. Apalagi jika kebiasaan kang Dul sewaktu MI itu menjadi konsumsi publik saat ini. Padahal jika kita melihatnya dari sudut pandang bu Fat, kang Dul jujur, sebab data yang diinput bu Fat hanya "pergi ke masjid". Namun beliau tidak menanyakan ...

Lupa Berpikir Positif

Gambar
Sejak dulu saya sering dinasihati untuk berbaik sangka. Oleh sebab itu, saya selalu berusaha mencoba menerapkannya. Nggrundel-nggerundel sedikit ndak apa-apa lah, namanya juga usaha. Kalau ada anak-anak mencuri, berpikir positif saja kondisinya betul-betul terpepet. Kalau ada orang menggunjing, berpikir positif saja ia sedang menghadapi stres luar biasa, sehingga menggunjing menjadi satu sarana dimana ia merasa mampu meredakan tingkat stresnya. Begitu pula dengan banyaknya sosialisasi menjadi muslim/muslimah kaffah secara 'cepat' hari ini. Berpikir positif saja, mereka sudah jenuh dengan moralitas yang makin hari makin terdegradasi, sehingga butuh revolusi atau bahkan reformasi secepat mungkin. Ada lagi yang gencar memperdebatkan penampilan. Dari tema tahlilan dan maulidan, penganjuran menjaga jenggot karena sunnah, sampai pemilihan memakai sarung atau celana. Saya tetap berpikir positif, bahwa kondisi ini adalah ikhtiar dalam mencapai kebaikan bersama. Saling diskusi untuk ...

Dering Telponku Membuatku Tersenyum di Pagi Hari

Gambar
Saya tidak sengaja berpikir macam-macam ketika playlist lagu itu terus berputar. Satu lagu selesai, dilanjutkan lagu lain. Dari intro musiknya, sudah bisa saya tebak lagu kali ini: Ran - Dekat di Hati. Secara 'mak sliwer', perhatian saya tertuju pada larik pertama bait lagu ini. --- Dering telponku membuatku tersenyum di pagi hari . --- Benar, berpikir macam-macam yang saya katakan adalah pada lirik itu. Secara umum, dapat dibayangkan perihal sebuah pagi yang senyum karena dering sebuah ponsel. Tentu ini menjadi bekal yang baik untuk mengawali hari. - Ada beberapa kondisi yang berbeda. Meskipun sama-sama tersenyum, rasa senyumannya nanti berbeda. Di sini inti pembahasan terletak pada, dering ponsel -> memunculkan senyuman . Ada yang berdering ponselnya, karena sapaan pagi dari sang kekasih. Ini baik untuk membuat mood kian cerah. Ada yang berdering ponselnya karena setting alarm. Bisa diasumsikan berdering untuk ibadah Shubuh. Hal ini tentu berda...

Sebutir Filsafat

Gambar
Memahami filsafat harus tentukan tujuanmu: mau jadi Filosof atau Ahli Filsafat . Filosof itu mikir sendiri, kontemplasi sendiri, memproduksi sendiri, dst dst. Kalau ahli filsafat, belajar filsafat itu apa, pikirannya Plato, Aristoteles itu bagaimana, dst. - Kemudian bedakan: filsafat sebagai Metodologi Berpikir dengan filsafat sebagai Produk Filsafat . Banyak orang mengkafir-kafirkan filsafat biasanya melihat filsafat as product . Pembahasannya memang tak jarang bikin kzl saja. - Filsafat lahir ketika orang mulai tidak percaya dengan jawaban mitis dalam menyelesaikan persoalan hidupnya. --- Jadi dari Mitos -> Logos. --- Mitos itu tidak selalu jelek, tapi yang jelas ia tidak rasional. Cirinya irrasional adalah tidak universal, tidak terbuka; sendiri-sendiri, tertutup. Peradaban yang maju biasanya dari Mitos konversi ke Logos. Era kejayaan Islam dulu, mengalami konversi dari Mitos ke Logos. Jadi, awal kelahiran filsafat: kalau sudah muncul keingina...

Teman Imajinasi dan Sajak Sebatang Lisong

Gambar
Banyak orang memiliki teman imajinasi. Teman yang tidak ada kemudian diada-adakan untuk menemani. Baik sekadar bermain, maupun membantu berkarya. Teman imajinasi sangat membantu terutama bagi pribadi-pribadi yang gemar menyendiri. Tentu saja tidak semua orang punya teman imajinasi. Tapi saya yakin semua orang pernah memikirkannya, baik ketika masih kecil maupun sampai remaja. Tentang pribadi yang suka menyendiri, teman imajinasi menjadi pilihan yang teramat kuat. Tingkat ke-ada-annya berbeda setiap orang. Ada yang sekadar berbicara dengan diri sendiri sebagai refleksi, ada yang sampai mempercayai dalam skala nyata. Yang menarik adalah yang kedua. Teman imajinasi yang mendekati nyata. Terutama dalam dunia tulis menulis, yang kedua ini kerap kali menjadi titik tumpu. Teman imajinasi menjadi tokoh yang responsif terhadap persoalan utama, sehingga tulisan seolah hidup dengan adanya komunikasi dua arah. Ini hanya pengamatan saya pribadi, tentu saja. Penulis yang terbiasa menggunak...