Postingan

Menampilkan postingan dengan label Woh Blimbing

Lupa Berpikir Positif

Gambar
Sejak dulu saya sering dinasihati untuk berbaik sangka. Oleh sebab itu, saya selalu berusaha mencoba menerapkannya. Nggrundel-nggerundel sedikit ndak apa-apa lah, namanya juga usaha. Kalau ada anak-anak mencuri, berpikir positif saja kondisinya betul-betul terpepet. Kalau ada orang menggunjing, berpikir positif saja ia sedang menghadapi stres luar biasa, sehingga menggunjing menjadi satu sarana dimana ia merasa mampu meredakan tingkat stresnya. Begitu pula dengan banyaknya sosialisasi menjadi muslim/muslimah kaffah secara 'cepat' hari ini. Berpikir positif saja, mereka sudah jenuh dengan moralitas yang makin hari makin terdegradasi, sehingga butuh revolusi atau bahkan reformasi secepat mungkin. Ada lagi yang gencar memperdebatkan penampilan. Dari tema tahlilan dan maulidan, penganjuran menjaga jenggot karena sunnah, sampai pemilihan memakai sarung atau celana. Saya tetap berpikir positif, bahwa kondisi ini adalah ikhtiar dalam mencapai kebaikan bersama. Saling diskusi untuk ...

Nasi Kucing, Gorengan, dan Semesta Pengetahuan

Gambar
Sebagian mahasiswa percaya bahwa kuliah yang sesungguhnya terjadi tidak dalam kelas, melainkan di luar. Kuliah dalam kelas hanya serupa pintu-pintu. Hanya membuka, memantik pengetahuan. Di luar kelas, eksplorasi pengetahuan tersedia di mana-mana, sebanyak-banyaknya. Salah satu medium eksplorasi pengetahuan yang populer adalah Angkringan. Tempat yang akrab dengan nasi kucing dan gorengannya. Angkringan menjadi tempat istimewa di hati para pecintanya. Sambal pedas yang memaksa dahi berpeluh gairah, ditambah gorengan yang renyah- kriyuk -gurih saat dikunyah, menjadi ritmis dengan sepoi angin malam yang membelai tubuh mesra. Luruh menetes segar, bersama glek-glek es teh manis yang ditenggak secara sporadis-memesona. Belum lagi jika didampingi secangkir kopi, yang aromanya selalu saja memantik diskusi. Wueeess pokoknya tooppp markonahh, eh, markotop! (Tetapi perlu anda percaya, bahwa saya tidak sedang endorse atau promosi apapun. Karena angkringan, nyatanya emang ngangenin!) - Bungkus...

Kuliah dan Lapangan Kerja (part 2)

Gambar
--- Sekolahlah sampai engkau tahu dirimu dibodohi, dan kamu tahu kalau sekolah gagal membodohimu. (Emha) --- Mengawali bagian kedua ini, ungkapan tersebut sepertinya pas untuk sekadar sebagai permenungan. Dalam kehidupan mahasiswa, tidak jarang orientasi yang ditumbuhkan (bahkan oleh sebagian dosen) adalah memperoleh pekerjaan dengan jabatan yang tinggi. Setidaknya, berpenghasilan tinggi. Materi yang diajarkan sangat spesifik, sehingga keluarannya adalah seorang spesialis. Orang bekerja di bidang Editor, Jurnalistik, setidaknya tentu dari Sarjana Ilmu Komunikasi. Orang bekerja di proyek pembangunan harus dari teknik; sipil, arsitektur, dst. Bahkan bagi sarjana kependidikan, guru adalah semacam jalan pasti. Sedang yang jadi acuan adalah menjadi PNS. Orang berlomba-lomba masuk PNS karena gajinya tinggi. Orang tidak lagi berlomba menjadi guru dengan idealisme yang sama ketika ia masih menekuni dan mendalami studi kependidikannya. Terbawa Arus Seperti di tulisan bag...

Kuliah dan Lapangan Kerja (part 1)

Gambar
Menuntut ilmu tentu adalah hak segenap bangsa. Ilmu memang menjadi semacam bekal untuk survive , bertahan hidup di dunia yang katanya penuh perjuangan ini. Soal lapangan pekerjaan? Nanti dulu. Itu persoalan belakangan. Ketika masih pada fase menuntut ilmu, lakukan saja dengan sungguh-sungguh. Karena perkara esok hari selalu saja tak pasti. Bagi lulusan SMA Sederajat, silakan melanjutkan ke perguruan tinggi. Kalau pun kondisi ekonomi menjadi penghalang, masih ada kemauan yang patut diperjuangkan. Di perguruan tinggi, banyak berbagai pemikiran yang akan turut membuka pandangan. Banyak kesadaran baru tentang arti diri, masyarakat, dst., yang perlu juga direnungkan. Bahkan di sini, tingkat keilmuan yang maksimal dituntut untuk dicari secara mandiri. Para dosen hanya menunjukkan pintu-pintu, keindahan permukaan laut yang nantinya diselami sendiri, secara mandiri. - Kalau perlu, usai lulus Strata Satu (S1) silakan melanjutkan ke strata berikutnya (S2, S3). Tingkat kemandiri...

Maba

Gambar
Bulan-bulan seperti Juli dan Agustus menjadi ramai bagi lulusan SMA Sederajat. Hiruk pikuk pendaftaran studi lanjut terlihat di setiap kampus. Lapak-lapak bermunculan di trotoar jalan jalan kampus. - Ujian telah dilakukan. Detik-detik menunggu pengumuman diterima atau gagal terasa begitu menegangkan. Paling tidak, terasa begitu lama ditunggu. Altar dipersiapkan. Momen pengumuman tiba. Setiap jiwa menanggung beban masing-masing. Beban kecewa atau pun gembira. Kemudian memutuskan langkah baru, langkah selanjutnya. - " Syukurlah, keterima! Aku diterima, 'Mak. Aku masuk perguruan tinggi .~" Ya. Diterima di perguruan tinggi adalah suatu kebanggaan tersendiri. Semacam kebanggaan yang membuncah di dada tetapi menolak dijelaskan dengan kata-kata. Bahkan, yang cerdas dan pasti masuk pun saya percaya tak luput dari seremonial semacam itu. Orang tua ikut senang, lalu mulai sibuk mempersiapkan keberangkatan sang anak menempuh studi. Dengan sedikit berat hat...

Teman Imajinasi dan Sajak Sebatang Lisong

Gambar
Banyak orang memiliki teman imajinasi. Teman yang tidak ada kemudian diada-adakan untuk menemani. Baik sekadar bermain, maupun membantu berkarya. Teman imajinasi sangat membantu terutama bagi pribadi-pribadi yang gemar menyendiri. Tentu saja tidak semua orang punya teman imajinasi. Tapi saya yakin semua orang pernah memikirkannya, baik ketika masih kecil maupun sampai remaja. Tentang pribadi yang suka menyendiri, teman imajinasi menjadi pilihan yang teramat kuat. Tingkat ke-ada-annya berbeda setiap orang. Ada yang sekadar berbicara dengan diri sendiri sebagai refleksi, ada yang sampai mempercayai dalam skala nyata. Yang menarik adalah yang kedua. Teman imajinasi yang mendekati nyata. Terutama dalam dunia tulis menulis, yang kedua ini kerap kali menjadi titik tumpu. Teman imajinasi menjadi tokoh yang responsif terhadap persoalan utama, sehingga tulisan seolah hidup dengan adanya komunikasi dua arah. Ini hanya pengamatan saya pribadi, tentu saja. Penulis yang terbiasa menggunak...