Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mbambung

Tiga Hal yang Membuat Manusia Layaknya Manusia

Gambar
Seorang bijak pernah berkata, "Kebijaksanaan manusia terletak pada kejernihan hati dan akalnya." Keseimbangan akal-pikiran dan hati sangat penting. Ketika akal dalam kondisi jernih dan 'sehat', menyikapi suatu persoalan tidak perlu dengan ilmu yang tinggi-tinggi dan rumit, karena sejak kecil, manusia sudah dibekali dengan common sense . Menggunakan common sense saja kiranya sudah cukup. Common sense itu semacam mikir piye umume , berpikir sebagaimana banyak orang. Misalnya, pikiran tentang kalau mencuri itu tidak baik, fitnah itu buruk, korupsi itu memalukan dan tercela, kepada orang yang lebih tua harus hormat, FDS itu tidak baik bagi anak-anak yang gampang lelah fisik dan pikirannya, dst dst. Atau lebih mudahnya, misalnya, Anda tentu seketika mengecap buruk saat melihat pasangan remaja laki-laki dan perempuan, malam-malam, masuk kamar hotel dan cuma berdua. Itu common sense, meskipun sebenarnya Anda juga belum tahu pasti apa yang mereka lakulan di dalam...

Maba

Gambar
Bulan-bulan seperti Juli dan Agustus menjadi ramai bagi lulusan SMA Sederajat. Hiruk pikuk pendaftaran studi lanjut terlihat di setiap kampus. Lapak-lapak bermunculan di trotoar jalan jalan kampus. - Ujian telah dilakukan. Detik-detik menunggu pengumuman diterima atau gagal terasa begitu menegangkan. Paling tidak, terasa begitu lama ditunggu. Altar dipersiapkan. Momen pengumuman tiba. Setiap jiwa menanggung beban masing-masing. Beban kecewa atau pun gembira. Kemudian memutuskan langkah baru, langkah selanjutnya. - " Syukurlah, keterima! Aku diterima, 'Mak. Aku masuk perguruan tinggi .~" Ya. Diterima di perguruan tinggi adalah suatu kebanggaan tersendiri. Semacam kebanggaan yang membuncah di dada tetapi menolak dijelaskan dengan kata-kata. Bahkan, yang cerdas dan pasti masuk pun saya percaya tak luput dari seremonial semacam itu. Orang tua ikut senang, lalu mulai sibuk mempersiapkan keberangkatan sang anak menempuh studi. Dengan sedikit berat hat...

Teman Imajinasi dan Sajak Sebatang Lisong

Gambar
Banyak orang memiliki teman imajinasi. Teman yang tidak ada kemudian diada-adakan untuk menemani. Baik sekadar bermain, maupun membantu berkarya. Teman imajinasi sangat membantu terutama bagi pribadi-pribadi yang gemar menyendiri. Tentu saja tidak semua orang punya teman imajinasi. Tapi saya yakin semua orang pernah memikirkannya, baik ketika masih kecil maupun sampai remaja. Tentang pribadi yang suka menyendiri, teman imajinasi menjadi pilihan yang teramat kuat. Tingkat ke-ada-annya berbeda setiap orang. Ada yang sekadar berbicara dengan diri sendiri sebagai refleksi, ada yang sampai mempercayai dalam skala nyata. Yang menarik adalah yang kedua. Teman imajinasi yang mendekati nyata. Terutama dalam dunia tulis menulis, yang kedua ini kerap kali menjadi titik tumpu. Teman imajinasi menjadi tokoh yang responsif terhadap persoalan utama, sehingga tulisan seolah hidup dengan adanya komunikasi dua arah. Ini hanya pengamatan saya pribadi, tentu saja. Penulis yang terbiasa menggunak...