Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kangdul

Sujud di Atas Syukur

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sehabis membasuh kedua telinga dan kedua kaki, saya langsung masuk ke dalam masjid, melaksanakan prosesi sujud syukur. Bersyukur engkau hadir memberi warna dalam hidupku. Jangan baper , ya, para jomblower yang dirahmati oleh Allah, bahwa jomblo sesungguhnya adalah pernikahan yang belum mendapatkan pasangan, bukan kesendirian sebab tidak laku-laku. Saya bersyukur telah dihadirkan pria yang begitu membuat titik sadar saya bergetar dan mengalir. Meski ditengah-tengah kesadaran saya ada bayang-bayang menginjak pikiran. Wanita tua yang perutnya agak buncit sebagaimana orang hamil dibopong bapak tua dan diikuti dua anaknya. Tergesa-gesa masuk ruangan UGD suatu intansi rumah sakit yang samar tempatnya. Beliau tampak kesakitan menahan sakit, meski sakitnya kalah kuat dibanding keluasan hatinya menerima sakit itu. Kemudian beliau ditempatkan di tempat tidur pasien yang samping kanan, kiri dan depannya sudah terbaring pasien yang dirawat sejak kapannya saya tidak...

Sakitnya Kalah Kuat

Gambar
Oleh HB. Arafat - "Ohya kang, mertua sampeyan itu sakitnya apa ya?" Sebelum kang Dul beranjak pergi, saya cegat pertanyaan yang umumnya dipertanyakan seseorang yang mendapat kabar kerabatnya sakit. "Katanya perutnya membesar seperti orang hamil, padahal sudah menopos." "Sudah berapa lama, kang? "Semingguan, kang." "Penyakit apa itu, kang, namanya?" "Enggak tahu, kang, katanya belum diperiksain ke klinik." "Lah kok ngawur gitu, kang!" Saya agak sensitif mendengar jawaban kang Dul. Kok sebegitu ngawurnya keluarganya kang Dul menghadapi urusan yang urusannya dengan nyawa manusia. Tapi saya tidak memiliki hak maupun kewajiban ikut campur urusannya, kecuali kang Dul dan keluarganya meminta tolong untuk ikut campur. Ngawurnya itu hanya dalam perspektif saya saja. Sehingga bukan ngawur yang benar-benar ngawur, tapi ada yang lebih ngawur dari keluarga kang Dul. Ngawurnya Pe-Te pembuat jalan negeri inidinesi...

Allah Kok Diatur

Gambar
Oleh HB. Arafat - Tanpa panjang kali lebar kali tinggi, sebentar ini kan rumus balok dalam mata pelajaran matematika sekolah dasar, kalau di masyarakat kami namanya rumus bikin peti mati dan liang lahat. Tetapi saya tidak akan mengubur cintamu, mengubur rasamu, mengubur segala yang telah kita kenang. Tanpa panjang kali lebar tanpa tinggi, langsung saya bayar semua yang saya dan kang Dul makan, lantaran pria tadi tidak dianggap keberadaannya oleh penjual sop ayam. Saya sudah tidak mau tau alasan mengapa pak Kar tidak mengetahui keberadaan pria tadi. Pikiran saya lost connect , sebagaimana ketika engkau melakukan perjalanan, signal internetmu hilang disaat memasuki desa terpencil. Sungguh Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar, dan hari Dia men-sabda-kan "Kun Fayakun", sabdaNya sungguh benar. Sungguh padaNya kekuasaan di hari sangkakala ditiup, yang mengetahui yang tak tampak dan yang nampak. Sungguh Dialah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui .[1] ...

Ibu Jari tak Bertulang

Gambar
Oleh HB. Arafat - Saya masih setia menguntit, mengintai, menelisik, menelusuri, bahkan bisa dikatakan kepo terhadap pria tersebut. Siapa gerangan, yang sebegitu ringan memberikan, membagi-bagi uang yang kalau dalam hitungan saya teramat banyak. Saya yang hanya seorang penulis, aku mah apa atuh, yang upahnya tidak tentu, tergantung event dan pesanan. Apalagi kalau minggu ini saya tidak mendapatkan nama saya di satu koran pun, hancur hati saya. Tapi lebih hancur lagi kalau kau acuhkan aku, kau diamkan aku, kau tinggalkan aku [1], kau, iya, kau. Jadi untuk shodaqoh saya teramat berat, bahkan bisa dikatakan akan menggunakan pasal-pasal negeri inidinesia untuk menguatkan perlakuan saya. Wajar lah, saya kan penulis, punya seribu buku, seribu kamus untuk membenar-benarkan wacana dan ide saya. Kini saya sudah di utara pasar terseret arus pria itu. Saya belum mendapatkan informasi apapun kecuali ia kumuh dan memiliki kantong ajaib. Sebenarnya dalam hati, ada harapan agar ia lekas men...

Gerhana Nasi Kucing dan Gorengan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Gerhana bukan sekadar tanda bahwa dunia sedang diselimuti kegelapan. Kegelapan itu bisa berupa kedzaliman, fitnah, makar, ketidakadilan, intoleran, korupsi, perampokan, zina, kesemena-menaan, angkuh, sombong, juga tak tahu diri. Kalau kita mengambil hikmah gerhana hanya dari sebab keadaan gelap, sehingga kita menciptakan citra-istighfar , istighfar-citra . Memakai peci sembari menampilkan wajah sesendu mungkin, bertasbih di depan awak media, serta mengisak-isak tangisnya, itu sudah terlalu mainstream . Kalau kita hanya mengambil hikmah dari gerhana, sebab telah terjadi gelap lalu ramai-ramai mencari sumber penciptaan cahaya, agar ia tidak kegelapan, itu sudah lazim. Jika tidak sanggup menemukan sejatinya sumber cahaya, maka itu akan menjadi cahaya yang semu. Tidak kekal dan hanya akan menjadi cahaya material saja. Mestinya kita pandang gerhana sebagai momentum perenungan dan permenungan kita untuk menyadari, mengakui, dan meminta maaf untuk tidak men...

Gerhana Pengetahuan dan Khusufis Sex

Gambar
Oleh HB. Arafat - Meski saya kaget mendengar kabar meninggalnya pak kaji Jamal, namun saya berusaha mengatur napas kekagetan saya. Khususnya kaget di depan kang Dul. Bisa-bisa saya ditertawai sejadi-jadinya. Saya paham bahwa hidup manusia itu tidak hanya di alam ruh, alam rahim dan alam dunia saja, tapi masih kaget. Gitu saja kok kaget. Kemudian saya pindah gigi, pindah ke tarikan yang woles bro , agar kang Dul tak menaruh curiga pada saya yang masih belajar mengenai hidup. "Kang, ngomong-ngomong malam ini akan terjadi gerhana, lo." Celetuk saya untuk mengalihkan kang Dul. "Gerhana malam ini menjadi penanda kegelapan yang akan terjadi di desa Jim. Pak kaji Jamal itu khalifah yang mampu mengayomi rakyat, dekat dengan rakyat, serta memiliki kharisma tersendiri. Jika alam sedang berhajat, itu tanda bahwa ada salah satu khalifatullah fil ardi atau waliyullah yang sedang dipanggil gusti Allah menghadap haribaanNya. Namun tidak ada gerhana yang bertahan lama....

Seruput Teh dan Letupan Asap Rokok

Gambar
Oleh HB. Arafat - Seruput, duaseruput, kang Dul meminum teh anget nya, sementara saya masih dibingungkan oleh jawabannya. "Dari rahim ibu" memiliki banyak kemungkinan tafsir. Pertama, rahim yang ia maksudkan rahim berupa vagina atau rahim dari kosakata bahasa arab, berarti kasih sayang, yang kalau dijawakan menjadi welas asih ing dalem akhirat bloko . Kedua, ibu yang ia maksudkan itu ibu kandungnya, ibu dari anak-anaknya, atau ibu kota yang konon lebih jahat ketimbang ibu tiri. Sayangnya, saya terkadang tidak memiliki kemampuan untuk bertanya pada kang Dul. Takut-takut nanti saya dibuat kebingungan lagi dengan jawabannya, sehingga kemungkinan-kemungkinan itu hanya menguap dalam kepala saya. Meski begitu saya tetap bersyukur, mendapatkan beberapa kunci dari kang Dul. Tinggal menunggu dipertemukan atau mencari untuk menemukan pintunya. Kang Dul kemudian mengambil rokok, menyalakan api, sebagaimana kretek yang tak sempat diucapkan rokok kepada api yang menjadikanny...

Lulusan Rahim Ibu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sejak Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kang Dul memiliki kebiasaan ketika ditanya siapapun, "Dari mana?" , selalu menyebut tempat terakhir yang ia kunjungi, meski itu bukan sebab tempat yang mempengaruhinya dalam bertindak. Itupun disadari, malahan dijadikannya trik menghindar dari ibunya, bu Fat, ketika bertanya, "Mau kemana?" . Seringnya ia menjawab "mau ke masjid" , agar tak ketahuan kalau ia hendak bermain dengan teman-temannya. Meski akhirnya ia menyempatkan ke masjid, sekadar wudlu atau masuk kemudian keluar masjid saja. Kalau kita terbiasa dengan multiple choice , kang Dul berbohong atau jujur? Maka kita akan saling berbenturan satu sama lain oleh kebenaran personal masing-masing. Apalagi jika kebiasaan kang Dul sewaktu MI itu menjadi konsumsi publik saat ini. Padahal jika kita melihatnya dari sudut pandang bu Fat, kang Dul jujur, sebab data yang diinput bu Fat hanya "pergi ke masjid". Namun beliau tidak menanyakan ...