Postingan

Menampilkan postingan dengan label Persepsi

Kisah Biasa dari Manusia-Manusia Biasa [1]

Gambar
Oleh HB. Arafat - Ke dua temanten sudah duduk di singgasana yang telah dirancang sedemikian rupa oleh tukang dekorasinya. Tukang dekorasi itu bagian penting dari suatu acara pernikahan yang senasib dengan tukang asah-asah, tukang masak, tukang traktat, tukang soundsystem , yang sering dilupakan oleh para tamu undangan. Pastinya para tamu hanya mengingat manusia-manusia yang mendapatkan posisi sebagai peng- ular-ular , naib, saksi dan mereka yang memegang mikrophon . Bicara mikrophon , saya jadi teringat oleh kejadian seorang kiai yang nyerobot mikrophon kiai lainnya yang sedang memberi wejangan pada para jamaah yang terjadi di desa saya. Kembali pada ke dua temanten anyar , sebab waktu ini dunia hanya milik mereka ber dua . Saya, lek Shobirin, Mamak serta tamu-tamu lainnya sekadar numpang ngekos. Ah, lupakanlah dua kalimat sebelumnya, sebab sudah klise , sudah mainstream , diucapkan banyak manusia berbagai level hidup untuk menyinggung pasangan yang sedang kasmaran—bukan ...

Merindukan Pemimpin yang Orator

Gambar
Kalau lingkup nasional, sepertinya kondisi negeri ini sedang amat gonjang-ganjing, meskipun secara mental masyarakat Indonesia, saya percaya, adem ayem guyup rukun tertawa sentosa. Dalam lingkup nasional, berbagai persoalan muncul, baik bidang ekonomi garam, budaya suasana sejuk anak-anak madrasah diniyyah yang sedang terancam, maupun malaysia yang usil nggawe goro-goro . Untuk yang terakhir, saya tidak tahu motifnya, tetapi jika diamati kok ya sepertinya ia kerap ngajak gegeran . Atau kalau tidak, masih ada persoalan abadi dalam negeri: korupsi, perjuangan para petani atas ketenteraman tanahnya, orang-orang pinggiran yang setia kelaparan, penggundulan hutan, merebaknya sampah, dst dst. Saya tentu tidak ingin menyalahkan pemimpinnya dengan persoalan-persoalan tersebut, karena saya masih percaya sebenarnya itu tugas bersama untuk saling bertekad memperbaikinya. Tetapi saya teringat pula wejangan Gus Dur tentang esensi pendidikan, guru kepada muridnya, atau pemimpin dengan segenap ele...

Lulusan Rahim Ibu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sejak Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kang Dul memiliki kebiasaan ketika ditanya siapapun, "Dari mana?" , selalu menyebut tempat terakhir yang ia kunjungi, meski itu bukan sebab tempat yang mempengaruhinya dalam bertindak. Itupun disadari, malahan dijadikannya trik menghindar dari ibunya, bu Fat, ketika bertanya, "Mau kemana?" . Seringnya ia menjawab "mau ke masjid" , agar tak ketahuan kalau ia hendak bermain dengan teman-temannya. Meski akhirnya ia menyempatkan ke masjid, sekadar wudlu atau masuk kemudian keluar masjid saja. Kalau kita terbiasa dengan multiple choice , kang Dul berbohong atau jujur? Maka kita akan saling berbenturan satu sama lain oleh kebenaran personal masing-masing. Apalagi jika kebiasaan kang Dul sewaktu MI itu menjadi konsumsi publik saat ini. Padahal jika kita melihatnya dari sudut pandang bu Fat, kang Dul jujur, sebab data yang diinput bu Fat hanya "pergi ke masjid". Namun beliau tidak menanyakan ...

Dering Telponku Membuatku Tersenyum di Pagi Hari

Gambar
Saya tidak sengaja berpikir macam-macam ketika playlist lagu itu terus berputar. Satu lagu selesai, dilanjutkan lagu lain. Dari intro musiknya, sudah bisa saya tebak lagu kali ini: Ran - Dekat di Hati. Secara 'mak sliwer', perhatian saya tertuju pada larik pertama bait lagu ini. --- Dering telponku membuatku tersenyum di pagi hari . --- Benar, berpikir macam-macam yang saya katakan adalah pada lirik itu. Secara umum, dapat dibayangkan perihal sebuah pagi yang senyum karena dering sebuah ponsel. Tentu ini menjadi bekal yang baik untuk mengawali hari. - Ada beberapa kondisi yang berbeda. Meskipun sama-sama tersenyum, rasa senyumannya nanti berbeda. Di sini inti pembahasan terletak pada, dering ponsel -> memunculkan senyuman . Ada yang berdering ponselnya, karena sapaan pagi dari sang kekasih. Ini baik untuk membuat mood kian cerah. Ada yang berdering ponselnya karena setting alarm. Bisa diasumsikan berdering untuk ibadah Shubuh. Hal ini tentu berda...