Postingan

Menampilkan postingan dengan label Butir Kecubung

Tiga Hal yang Membuat Manusia Layaknya Manusia

Gambar
Seorang bijak pernah berkata, "Kebijaksanaan manusia terletak pada kejernihan hati dan akalnya." Keseimbangan akal-pikiran dan hati sangat penting. Ketika akal dalam kondisi jernih dan 'sehat', menyikapi suatu persoalan tidak perlu dengan ilmu yang tinggi-tinggi dan rumit, karena sejak kecil, manusia sudah dibekali dengan common sense . Menggunakan common sense saja kiranya sudah cukup. Common sense itu semacam mikir piye umume , berpikir sebagaimana banyak orang. Misalnya, pikiran tentang kalau mencuri itu tidak baik, fitnah itu buruk, korupsi itu memalukan dan tercela, kepada orang yang lebih tua harus hormat, FDS itu tidak baik bagi anak-anak yang gampang lelah fisik dan pikirannya, dst dst. Atau lebih mudahnya, misalnya, Anda tentu seketika mengecap buruk saat melihat pasangan remaja laki-laki dan perempuan, malam-malam, masuk kamar hotel dan cuma berdua. Itu common sense, meskipun sebenarnya Anda juga belum tahu pasti apa yang mereka lakulan di dalam...

Gerhana Pengetahuan dan Khusufis Sex

Gambar
Oleh HB. Arafat - Meski saya kaget mendengar kabar meninggalnya pak kaji Jamal, namun saya berusaha mengatur napas kekagetan saya. Khususnya kaget di depan kang Dul. Bisa-bisa saya ditertawai sejadi-jadinya. Saya paham bahwa hidup manusia itu tidak hanya di alam ruh, alam rahim dan alam dunia saja, tapi masih kaget. Gitu saja kok kaget. Kemudian saya pindah gigi, pindah ke tarikan yang woles bro , agar kang Dul tak menaruh curiga pada saya yang masih belajar mengenai hidup. "Kang, ngomong-ngomong malam ini akan terjadi gerhana, lo." Celetuk saya untuk mengalihkan kang Dul. "Gerhana malam ini menjadi penanda kegelapan yang akan terjadi di desa Jim. Pak kaji Jamal itu khalifah yang mampu mengayomi rakyat, dekat dengan rakyat, serta memiliki kharisma tersendiri. Jika alam sedang berhajat, itu tanda bahwa ada salah satu khalifatullah fil ardi atau waliyullah yang sedang dipanggil gusti Allah menghadap haribaanNya. Namun tidak ada gerhana yang bertahan lama....

Seruput Teh dan Letupan Asap Rokok

Gambar
Oleh HB. Arafat - Seruput, duaseruput, kang Dul meminum teh anget nya, sementara saya masih dibingungkan oleh jawabannya. "Dari rahim ibu" memiliki banyak kemungkinan tafsir. Pertama, rahim yang ia maksudkan rahim berupa vagina atau rahim dari kosakata bahasa arab, berarti kasih sayang, yang kalau dijawakan menjadi welas asih ing dalem akhirat bloko . Kedua, ibu yang ia maksudkan itu ibu kandungnya, ibu dari anak-anaknya, atau ibu kota yang konon lebih jahat ketimbang ibu tiri. Sayangnya, saya terkadang tidak memiliki kemampuan untuk bertanya pada kang Dul. Takut-takut nanti saya dibuat kebingungan lagi dengan jawabannya, sehingga kemungkinan-kemungkinan itu hanya menguap dalam kepala saya. Meski begitu saya tetap bersyukur, mendapatkan beberapa kunci dari kang Dul. Tinggal menunggu dipertemukan atau mencari untuk menemukan pintunya. Kang Dul kemudian mengambil rokok, menyalakan api, sebagaimana kretek yang tak sempat diucapkan rokok kepada api yang menjadikanny...

Lulusan Rahim Ibu

Gambar
Oleh HB. Arafat - Sejak Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kang Dul memiliki kebiasaan ketika ditanya siapapun, "Dari mana?" , selalu menyebut tempat terakhir yang ia kunjungi, meski itu bukan sebab tempat yang mempengaruhinya dalam bertindak. Itupun disadari, malahan dijadikannya trik menghindar dari ibunya, bu Fat, ketika bertanya, "Mau kemana?" . Seringnya ia menjawab "mau ke masjid" , agar tak ketahuan kalau ia hendak bermain dengan teman-temannya. Meski akhirnya ia menyempatkan ke masjid, sekadar wudlu atau masuk kemudian keluar masjid saja. Kalau kita terbiasa dengan multiple choice , kang Dul berbohong atau jujur? Maka kita akan saling berbenturan satu sama lain oleh kebenaran personal masing-masing. Apalagi jika kebiasaan kang Dul sewaktu MI itu menjadi konsumsi publik saat ini. Padahal jika kita melihatnya dari sudut pandang bu Fat, kang Dul jujur, sebab data yang diinput bu Fat hanya "pergi ke masjid". Namun beliau tidak menanyakan ...

Wa La Tansa Nashibaka Minad Dunya

Gambar
Oleh HB. Arafat - Tukang service sehabis sholat dikeroyok dan dibakar hidup-hidup. Al-Quds dibantai teroris-teroris yang katanya Zionis. Pemerintah mengadakan Dzikir Kebangsaan. HT mendukung Pemerintah Pakdhe Joko. Mbah Nun diadu domba dengan NU. Sesama ormas saling dibenturkan. Kecelakaan beruntun di Jln. Kudus-Pati. Meriahnya HUT RI ke-72 di Desa Jetak Wedung Demak, sampai Neymar pindah ke PSG. Kalimat-kalimat di atas adalah judul berita yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan lingkungan. Semua manusia — tidak semua itu semua, semua juga bisa memiliki makna sebagian —  seragam memperbincangkan judul-judul tersebut. Baik skala nasional, lokal, kecamatan, desa, internasional, jin, setan, dhemit , sampai para malaikat pun ikut dibingungkan oleh manusia. Semua manusia serempak memikirkan hajat-hajat yang tentu bukan hajat mereka, sehingga mereka lupa hajatnya sendiri. Setelah berkumpul, mempergunjingkan, ngalor-ngidul tanpa solusi, mereka pulang dengan kehampaan di...

Perubahan Budaya adalah Koentji

Gambar
Oleh Abdur Rozaq - ... Karena pada dasarnya, budaya bersifat dinamis (selalu berubah-ubah sesuai kebutuhan). Ini adalah koentji. Lebih tepatnya kebutuhan masyarakat, karena pemilik kebudayaan adalah masyarakat (bukan individu). Fenomena perubahan pakaian, bahasa, dst., belum bisa dikatakan perubahan budaya jika 'pelaku'nya individu. Belum bisa disebut masyarakat jika tidak ada beberapa unsurnya, termasuk individu. Maka kebudayaan, merupakan kesepakatan kebutuhan masing2 individu dalam lingkup masyarakat secara luas. Karena kebudayaan adalah "kebutuhan", maka "boleh" untuk setiap individu menggunakan kebudayaan yang dianggap mampu memenuhi kebutuhannya (dalam ranah ini, boleh berkesimpulan bahwa kebudayaan adalah kebutuhan primer individu). - Dalam perkembangannya, banyak terjadi fenomena dimana suatu kebudayaan mulai ditinggalkan karena kebutuhan zaman. Pun terjadi di mana-mana, suatu kebudayaan yang sudah mati dihidupkan kembali ...

Musuhku adalah Aku

Gambar
Oleh Abdur Rozaq - Diriku, maafkan aku. Karenaku kau terluka dalam perang melawan hawa nafsu. Bahkan saat berperang dulu, aku secara diam-diam memihak musuh dan berbalik menyerangmu. Diriku, maafkan aku yang telah berlaku dzalim padamu. Saat diri yang lain tengah berbahagia merayakan kemenangannya, kau terpuruk lemas menahan luka. Ini hari kemenangan mereka tapi bukan hari kemenanganmu. Bagimu, ini adalah hari kemenangan hawa nafsu padamu. Kau kalah telak... Jangan iri pada yang pesta bersulang anggur merayakan kemenangannya. Kau belum pantas meminumnya. Kau masih kalah. Sekarang bangkitlah! Hadapi musuhmu sendirian. Berperanglah sekali lagi, lagi, lagi, sampai kau pantas bersulang arak dengan mereka. Suatu kehormatan bagimu jika kau gugur dalam laga. Setidaknya itu membuktikan dirimu ada di pihak mana. Memihakku ataukah jadi budak mereka.