Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Puisi untuk Gus Dur

Gambar
Oleh HB. Arafat - Selain kenangan-kenangan itu, sebenarnya ada banyak kenangan lain dengan keluarga dan sahabatnya Gus Dur, yang kemudian mengantarkan saya untuk teringat Gus Dur. Dan hari ini, adalah lebaran bagi saya, setelah berpuasa sejak 2009 —ketika Gus Dur sedho — sampai hari ini untuk berziarah ke makam beliau. Ada suatu rasa yang tak bisa saya bahasakan ke dalam kata dan bahasa apa, tapi yang jelas duduk berdekatan dengan beliau saya teramat nyaman. Selain itu, ada sedikit isak tangis yang menetes dari mata, air mata syukur, air mata bahagia, air mata penyesalan, air mata mata air lainnya, yang entah sejatinya rasa apa. Tiba-tiba saya ingin menuliskan puisi, begini: Di Pusara Pejuang Kemanusiaan : Gus Dur adakah yang lebih dalam dari persaudaraan untuk mewujudkan kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, kesatriaan dan kearifan lokal. yang engkau rajut dalam langkah-langkahmu yang gontai tapi tegar kemanusiaan lahir dari persaudaran yang kua...

Persaudaraan dan Kenangan

Gambar
Oleh HB. Arafat - Dari persaudaraan, kita mesti menyadari bahwa urgensinya dalam kehidupan sangat sentral. Bahkan ayat-ayat mengenai persaudaraan, hubungan, silaturrahim begitu banyak. Sampai-sampai berdosalah manusia jika mendiam-dinginkan saudaranya selama lebih dari tiga hari tiga malam tanpa harus lapor pada RT setempat. Engkau sendiri tahu, bahwa dari Gus Dur, persaudaraan tidak sebatas pada satu ormas, satu agama, satu negara dan satu jenis makhluk saja. Lebih dari itu, persaudaraan harus kita laksanakan meluas pada alam semesta seisinya. Hal itu sebenarnya sudah di-laku-kan oleh manusia-manusia zaman old Nusantara. Sementara manusia zaman now, persaudaraan hanya sebatas pada media sosial saja. Malangnya lagi, dalam media sosial tidak menjalin persaudaraan malah menjalin pertengkaran. Maka demi terwujudnya persaudaraan lintas makhluk, kami berziarah ke makam-makam, sebagaimana yang Gus Dur laku-kan sebelum kematian menghampiri beliau. Sesampainya di hadapan pusara Gus ...