Puisi untuk Gus Dur
Oleh HB. Arafat - Selain kenangan-kenangan itu, sebenarnya ada banyak kenangan lain dengan keluarga dan sahabatnya Gus Dur, yang kemudian mengantarkan saya untuk teringat Gus Dur. Dan hari ini, adalah lebaran bagi saya, setelah berpuasa sejak 2009 —ketika Gus Dur sedho — sampai hari ini untuk berziarah ke makam beliau. Ada suatu rasa yang tak bisa saya bahasakan ke dalam kata dan bahasa apa, tapi yang jelas duduk berdekatan dengan beliau saya teramat nyaman. Selain itu, ada sedikit isak tangis yang menetes dari mata, air mata syukur, air mata bahagia, air mata penyesalan, air mata mata air lainnya, yang entah sejatinya rasa apa. Tiba-tiba saya ingin menuliskan puisi, begini: Di Pusara Pejuang Kemanusiaan : Gus Dur adakah yang lebih dalam dari persaudaraan untuk mewujudkan kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, kesatriaan dan kearifan lokal. yang engkau rajut dalam langkah-langkahmu yang gontai tapi tegar kemanusiaan lahir dari persaudaran yang kua...