Datang Perginya Sholeh
Oleh HB. Arafat - Sahabat saya seorang supir rental mobil di Semarang, Sholeh namanya, tiba-tiba datang di hadapan saya, kemudian saya tanyai. “Leh, kok tumben tidak narik?” Ia pun menjawab, “Emange robot.” Jawabannya kalau dikaji secara ilmiyah dan tinjauan akademik bukanlah jawaban yang tepat untuk mendapatkan nilai A atau B. Tapi begitulah komukasi masyarakat jawa, yang hidupnya sudah diatas linier, sudah melewati batas statis, sehingga secara ilmiyah dan tinjauan akademik instansi pendidikan manapun tak akan bisa mengikuti budaya komunikasi leluhurnya. Alih-alih merasa belum sampai pada tingkatannya, instansi pendidikan yang tidak dilahirkan dari budaya bangsanya malah ngecap bahwa komunikasi kami atau jawaban dari Sholeh adalah kesalahan menjawab dalam berkomunikasi. Sebagaimana anak-anak TK yang tahunya hanya huruf, angka akan kebingungan ketika mengetahui hubungan intim antara bapak dan ibunya di atas ranjang. Oleh sebabnya, masyarakat kita selalu menjaga agar informa...