Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kopi

Liqoun Adhim Kopi dan Rokok, Formasi Aksi Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Gambar
Oleh HB. Arafat - Satu-satu aku sayang ibu, dua-dua sayang sama bapak, tiga-tiga sayang sama kamu, satu dua tiga sayang semuanya . Maaf bukan itu maksud saya, tapi satu per satu ibu demi ibu pergi meninggalkan warung, berjalan sesuai arahan dari pemilik warung menuju makam Maulana Ibrahim AsSamarkhand. Sementara saya dan kang Toha masih menikmati pertemuan agung/ liqoun adhim antara rokok dan kopi, sebab segala pertemuan yang menyebabkan kembali pada Allah disebut sebagai liqoun . Dalam al Qur’an, pemakaian kata pertemuan jika itu bertemu dengan Allah/Tuhan pasti menggunakan verb “liqoun”. Engkau tahu mengapa kopi menyebabkan mengingat Allah, lantaran kopi itu sebagai jalan wali-wali agar kuat melekan , dalam melekan nya, beliau-beliau selalu menggunakannya untuk wirid menyebut namaNya, bertemu denganNya. Engkau tahu mengapa rokok menjadi penyebab pertemuan denganNya. Konon dahulu kala ada seekor setan yang hinggap di pohon tembakau, dan keberadaannya ditemukan oleh seorang w...

Rizki di Pagi yang Indah

Gambar
Oleh HB. Arafat - Kopi, rokok dan bakwan lek Kholidah sudah membuat saya (berusaha) bersyukur, meski mata sebenarnya ngantuk-ngantuk gimana gitu, tapi enggan terpejam. Anak-anak mulai berangkat ke madrasah sebelah barat rumah, setingkat sekolah dasar, berjalan kaki laiknya sekumpulan semut yang bahu-membahu mencari makanan. Satu dua anak yang diantar pakai motor oleh orang tuanya, bukan sebab orang tuanya khawatir diculik, melainkan sebab rumahnya di dusun sebelah. Kali ini saya sangat bersyukur, tanpa meminta, mamak membawakan sebungkus janganan. Dari pada kepala saya disesakpenati kebenaran informasi yang belum valid tadi, dikatakan kebenaran saja belum sampai, ngapain harus dibawa ke alam pikir. Tapi hal itu membuat saya teringat yang pernah Mbah Nun tuturkan dalam maiyahan. Bahwa kebenaran itu ada benere awake dewe , benere wong akeh , dan bener sak benere bener / kebenaran sejati. Kalau masih pada tahapan benere awake dewe , anda boleh menerima, boleh juga tidak mener...