(Mat)Realisme Rizki
Oleh HB. Arafat - Kalau guru-guru madrasah yang menyebabkan matrealisme orang-orang hari ini, dengan mendidik anak-anak dengan doa " Wa rizki fahma wasiaa ", rasa-rasanya kok tidak tepat. Lantaran guru-guru madrasah hanya mendidik selama 6 jam, selebihnya orang tua masing-masing. Sementara guru-guru tentu memberikan wacana mengenai doa tersebut dengan arti semacam karuniailah pemahaman dengan cakrawala yang luas. Kira-kira begitu seingat saya. Bisa jadi orang tua lah yang menyebabkan paham matrealisme pada anak-anak yang kini menjadi orang dewasa. Kalau matrealisme itu kesalahan paham orang tua, lagi-lagi kok kurang pas juga ya. Apa mungkin orang tua kita mengajarkan suatu yang salah pada anak-anaknya? Bisa iya, bisa tidak, selama bukan acara televisi yang seringnya mengajarkan iya-iya-iya, tidak-tidak-tidak. Kalau di jepang, ada acara yang mengajarkan oh yes, oh no, oh my god, fick , dan kata-kata lainnya yang pasti disensor kalau dibicarakan. Oke, kembali pada o...