Insomnia
Oleh HB. Arafat - Sesampainya di rumah, mata saya tidak mau diajak kompromi, diajak istirah tak lekas berkenan. Sudah setengah jam lamanya mata tak berkenan dipaksa. Padahal sudah saya putar lagu-lagu yang sunyi dari Kiai Kanjeng , seperti Shohibul Baiti , Duh Gusti . Biasanya dengan lagu itu saya bertafakur, merenungi kejadian-kejadian, lalu menuliskan doa dalam dada, lamat-lamat kemudian mata tertutup dengan sendirinya. Namun kali ini, meski sudah jam 03.30, mata saya tak bisa sekejap pun menutup. Kiai kanjeng bagi saya merupakan musik " Syu'uban wa qobaila lita'arafu ", sehingga ketika sudah waktunya untuk istirah, maka akan compatible untuk mempertemukan bangsa-bangsa, suku-suku dalam diri saya untuk saling mengenal dan saling menghargai. Maka biasanya sekujur diri saya, dimulai dari bangsa telinga yang mendengarkan musik " Innalillahi wa inna ilaihi raji'un ", mencoba membantu mata agar selekas-lekasnya tidur. Tapi entah alasan apa Alla...