Insomnia
Oleh HB. Arafat
-
Sesampainya di rumah, mata saya tidak mau diajak kompromi, diajak istirah tak lekas berkenan. Sudah setengah jam lamanya mata tak berkenan dipaksa. Padahal sudah saya putar lagu-lagu yang sunyi dari Kiai Kanjeng, seperti Shohibul Baiti, Duh Gusti. Biasanya dengan lagu itu saya bertafakur, merenungi kejadian-kejadian, lalu menuliskan doa dalam dada, lamat-lamat kemudian mata tertutup dengan sendirinya. Namun kali ini, meski sudah jam 03.30, mata saya tak bisa sekejap pun menutup.
Kiai kanjeng bagi saya merupakan musik "Syu'uban wa qobaila lita'arafu", sehingga ketika sudah waktunya untuk istirah, maka akan compatible untuk mempertemukan bangsa-bangsa, suku-suku dalam diri saya untuk saling mengenal dan saling menghargai. Maka biasanya sekujur diri saya, dimulai dari bangsa telinga yang mendengarkan musik "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un", mencoba membantu mata agar selekas-lekasnya tidur. Tapi entah alasan apa Allah menghendaki yang lain dari kebiasaan saya itu.
Maka dengan berat hati saya mencoba mencari kemungkinan-kemungkinan lain dari tahapan yang membuat saya tertidur. Saya mencoba bertafakur kembali, tentang kemerdekaan diri. Kemerdekaan setiap jiwa yang sampai hari ini belum dikhalifahi hati dan pikirannya. Sementara nafsu terkadang menjajah khalifah dan bangsa dirinya. Mestinya diwajibkan atas kamu berperang adalah hati dan pikiran saya melawan nafsu saya sendiri. Bukan memerangi nafsu di luar dirinya. Sebab bisa jadi apa yang engkau senangi itu tidak baik buatmu, bisa jadi apa yang tidak engkau senangi itu baik buatmu.
Ketika saya sudah merdeka dari itu, tahap selanjutnya bukan membebaskan diri dari tanggung jawab kemanusiaan. Namun menyelaraskan diri dengan regulasi yang Allah tetapkan, meski terkadang pahit, terkadang manis. Allah lah mandataris saya sebagai khalifah bangsa diri saya.
"Duh Gusti mugi paringo ing margi kaleresan...." suara lagu Duh Gusti Kiai Kanjeng membuat bulu kuduk saya berdiri setengah bulu. Jam handphone menunjukkan pukul 04.00 WIB.
-
HB. Arafat, Sekretaris Kelas 5 MI Darussalam 1 Jetak Wedung Demak.
