Ya Kin(i)
-
Anda boleh saja percaya bahwa apa yang dikatakan kang Dul merupakan kebenaran yang sejati, bisa juga anda percaya itu sekadar kebenaran kolektif dari kebenaran personalnya yang kemudian saya meyakini. Bisa juga anda hanya mempercayainya sebagai kebenaran subyektif kang Dul. Namun perlu anda ketahui, bahwa tingkat keyakinan seseorang itu dibagi dalam tiga tingkatan, yakni, Ilmul yaqin, Haqul yaqin, Ainul yaqin.
Ilmul yaqin merupakan dasar seseorang untuk memulai memegang kepercayaan kepada kata-kata maupun ucapan orang lain yang patut dipercaya. Sebab ketidaktahuannya pada alam semesta serta apa-apa, semacam seseorang bermadzhab. Seperti seseorang yang belum pernah sama sekali jalan-jalan, sehingga memaksanya mendonwload aplikasi penunjuk jalan semacam google map. Barangkali itulah tingkat keyakinan kita hari ini.
Kedua, Ainul yaqin, tahap dimana bahwa apa yang kita yakini terhadap salah satu aplikasi penunjuk jalan itu sesuai dengan yang kita temui.
Ketiga, Haqqul yaqin, merupakan tingkatan dimana seseorang sudah melakukan ijtihad. Maksudnya, seseorang itu sudah melakukan penelitian terhadap data yang ia dapat dari orang lain, kemudian ia analisis data itu dengan apa yang ia alami, kemudian ia rasakan sendiri kebenarannya melalui hardware dan software yang ia miliki. Sehingga ia memiliki hasil akhir dan kesimpulan yang orisinil dari diri(Tuhan)Nya, atau dalam bahasa fiqh sebagai fatwa.
Mungkin saja, kang Dul berada pada keyakinan haqqul yaqin. Sebab kebanyakan manusia-manusia yang berada maqomat semacam itu akan berkata hal-hal enteng di tengah ketidaktahuan mayoritas. Sebagaimana kata "gitu saja kok repot", "wes tah titeni ae", "ojo gumunan, ojo gampang kepincut", serta "lihat saja nanti" yang dikatakan kang Dul. Bisa saja seseorang yang mengatakan "jancuk" juga semacam itu.
Namun manusia memiliki hak yang sama di mata gusti Allah, kecuali ketaqwaannya. Setiap orang memiliki peluang haqqul yaqin yang sama, peluang ainul yaqin yang sama serta ilmul yaqin yang sama. Sehingga kita diberikan demokrasi untuk memilih percaya atau tidak.
Hanya saja, kebenaran pada keyakinan haqqul yaqin lah yang mendekati kebenaran Allah. Jadi bagaimana tingkat yakinmu saat ini, Mblo? Di level manakah yakinmu, Mblo? Selamat malam minggu, selamat malam yang muslimatan juga.
-
HB. Arafat, santri Kiai Abdul Haq
