Sebutir Filsafat
Memahami filsafat harus tentukan tujuanmu: mau jadi Filosof atau Ahli Filsafat.
Filosof itu mikir sendiri, kontemplasi sendiri, memproduksi sendiri, dst dst. Kalau ahli filsafat, belajar filsafat itu apa, pikirannya Plato, Aristoteles itu bagaimana, dst.
-
Kemudian bedakan: filsafat sebagai Metodologi Berpikir dengan filsafat sebagai Produk Filsafat. Banyak orang mengkafir-kafirkan filsafat biasanya melihat filsafat as product. Pembahasannya memang tak jarang bikin kzl saja.
-
Filsafat lahir ketika orang mulai tidak percaya dengan jawaban mitis dalam menyelesaikan persoalan hidupnya.
--- Jadi dari Mitos -> Logos. ---
Mitos itu tidak selalu jelek, tapi yang jelas ia tidak rasional. Cirinya irrasional adalah tidak universal, tidak terbuka; sendiri-sendiri, tertutup.
Peradaban yang maju biasanya dari Mitos konversi ke Logos. Era kejayaan Islam dulu, mengalami konversi dari Mitos ke Logos.
Jadi, awal kelahiran filsafat: kalau sudah muncul keinginan dalam dirimu berpikir logis. Kalau belum mau, ya, gerbang filsafat tidak akan terbuka bagimu.
Setelah pikiranmu terbuka, harus ada Curious atau rasa ingin tahu. Sebenarnya di sekelilingmu itu banyak yang luar biasa (wonder). Tapi biasanya, kalau sudah dewasa, rasa ingin tahu itu perlahan dibunuh. Anak kecil yang baru bisa mikir itu biasanya apapun ditanyakan. Daya kritisnya masih tinggi.
-
Gerbang ketiga: wisdom, kebijaksanaan (good judgement). Jadi filsafat tidak semata-mata cinta kebenaran, tetapi juga kebijaksanaan. Makanya dalam Islam, filsafat tidak disebut falsafah, melainkan Hikmah. Kalau dalam Jawa, bener lan pener. Kebenaran itu jembatan menuju kebijaksanaan. Debat itu antara pro dan kontra kalau dipikir-pikir, ya, sama benarnya. Yang membedakan adalah porsional dan proporsionalnya.
-
Sebagian besar hidupmu saya 'tidak yakin' dirimu sudah serius dalam hidupmu. Silakan tanyakan variabel-variabel dalam hidupmu apakah porsi terbesarnya sudah serius atau belum. Jadi, filsafat menantangmu untuk mempertanyakan hidupmu sendiri.
Itu refleksi. Makanya agama itu sangat filosofis, ada tafakkur, ada muhasabah. Jadi kamu tidak harus tahu pikirannya Plato, Descartes, dsb. Kalau mahasiswa filsafat wajib. Tapi dirimu yang bukan, cari hal-hal yang relevan bagi hidupmu. Jangan membuang-buang waktumu dengan apapun yang sebenarnya tidak substansial bagimu.
Filosof itu menguji hidup. Refleksi apa yang harus dilakukan, apa yang tidak harus dilakukan. Karena setiap filosof itu menjawab persoalan pada zamannya sendiri.
Jadi, filsafat tidak hanya berisi hal-hal yang langit yang sering bikin kzl bin mangqelue.~
