Kantong Ajaib Doraemon


Oleh HB. Arafat
-

Ketika saya berkeliling pasar, di sebelah barat pasar, tepatnya depan Klenteng, saya jumpai pria berbaju kumuh. Ia tidak sedang mengemis atau meminta-minta, yang begitu diperangi oleh pemerintah dunia serial kartun, namun pemerintah dunia tidak pernah memberikan apa-apa kepada mereka. Sementara mereka memiliki tanggungan yang mesti sesegera mungkin dijawab. Kalau meminta dilarang dan yang melarang tidak pernah memberi, sementara setiap kali mereka membuka peluang usaha selalu dihalang-halangi oleh izin, badan kesehatan, badan permutuan, bahan pengkualitasan, standarisasi dan upeti-upeti yang sebenarnya layak, jika usaha itu sudah memiliki sayap untuk terbang sebagaimana Garuda.

Pria berbaju kumuh itu ternyata membagi beberapa lembar uang warna ungu kepada seorang ibu penjual bawang merah hasil panennya. Tanpa saya menyebut berapa pecahan yang ia berikan, tentunya anda tahu itu pecahan berapa, sebab kalau bicara empat huruf itu, tanpa memunafikkan diri, kita sangat-sangat mencintainya. Bahkan cintanya bisa jadi melebihi cinta pada Tuhan. Beberapa meter ia kemudian melangkahkan kaki menuju pedagang horok-horok, janganan, gorengan yang jualannya masih banyak. Ia keluarkan beberapa lembar uang warna kuning, ungu dan hijau. Hal yang sama ia lakukan ke pedagang lainnya yang dagangannya masih banyak dan sepi pelanggan.

Pria itu membuat saya melupakan tujuan menuju loper koran, mengalihkan perhatian saya agar tertuju padanya. Saya teringat kang Dul yang pernah mengatakan, akan ada manusia yang memiliki sifat kantong bolong. Ketika saya menemuinya maka mulailah belajar ikhlas dan berbagi, bahwa ada kepunyaan orang lain di dalam kantong kita. Kantong memanglah bolong sudah sejak penjahitnya membuat baju atau celana. Kalau tidak bolong, kita tak akan bisa memasuk-keluarkan barang-barang dari kantong. Namun ada bolong yang lain yang membuat kebanyakan manusia meratapi nasibnya. Yakni kantong bolong di bagian bawah, sehingga habislah uangnya.

Sebagaimana hati, jika engkau tidak membuat lubang di hati, seperti lagunya letto, engkau akan sesak oleh rasa yang teramat luas. Sementara hatimu begitu kecil dibanding rasa yang telah Allah ciptakan. Lubangilah hatimu atau luaskanlah hatimu. Tapi sebenarnya teori kantong bolong tidaklah pas jika kita terapkan pada kasuistik pria tersebut. Lebih pas jika pria itu punya kantong ajaib Doraemon.

Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini itu banyak sekali.[1] Namun tanpa kantong ajaib yang letaknya diantara dada dan perut, di tengah pas kedua dada kita, kita tak akan mampu mewujudkan apa-apa. Kantong Doraemon mampu memberikan apa-apa kepada Nobita. Hanya satu yang belum didapatkan Nobita dari kantong ajaib Doraemon, yakni perjodohannya dengan Sizuka. Akankah mereka bersatu atau tidak, nasibnya sama seperti pria itu, saya belum menemukannya memiliki pasangan.

NB: [1] lirik lagu opening Doraemon.

-

HB. Arafat, murid Mbah Abdullah Ta'ib Ch.

Postingan populer dari blog ini

Ya Kin(i)

Merindukan Pemimpin yang Orator

(Mat)Realisme Rizki