Rizki Bus, Rizki Doraemon, Rizki Pasar


Oleh HB. Arafat
-

Rizki itu sesuatu yang kita terima baik berupa apapun asalkan masih berupa materi, yang tampak dan yang bisa diberikan kepada makhluk lainnya. Sehingga tidak sekadar uang atau harta benda saja, namun pengetahuan, pengalaman, kekuatan, usaha, serta masih banyak yang terkadang tidak saya pikirkan. Kalau saya menerjemahkan pemberian akan ada banyak kosakata selain rizki, huda, shodaqoh, serta banyak kata lain yang memiliki arti pemberian. Sebagaimana yang pagi ini, bakwan, kopi, rokok yang saya konsumsi itu salah satu rizki yang diberikan Allah lewat mamak.

Saya pun bersyukur bisa duduk diberi rizki pergi ke yogyakarta menumpangi bus Haryanto di kursi nomor 19. Dalam perjalanan saya nikmati orang-orang yang bergegas pergi kerja dengan rasa yang memburu atau sebab giat dalam bekerja, entah. Saya pandangi secara seksama seluruh penumpang yang hanya 19 orang. Tiba-tiba saya melihatmu duduk di seberang kursi yang kududuki.

Anehnya engkau memakai kacamata, lain dari biasanya. Meski style baju yang engkau kenakan itu seperti biasa ketika bersamaku, warna kesukaanku, baju merah yang dipadu jilbab merah maron. Anehnya lagi engkau tetap diam saja, tanpa sepatah kata bicara padaku. Engkau hanya memandangi smartphone Oppo yang sama persis smartphone kepunyaanku. Tidak seperti biasanya yang cerewet, ketawa ketiwi, terkadang wajah manis galakmu menyelidiki kenakalan laki-laki yang biasanya jelalatan seperti saya.

Lambat laun saya tertidur. Barangkali terlalu letih memandangimu di kursi sebelah kiri bus ini. Saya pun benar-benar tertidur, sementara lagu dangdut "Kandas" masihlah bernyanyi di sisi-sisi bus. Setengah jam berlalu, suara dangdut itu berubah menjadi suara doraemon yang keluar dari "pintu kemana-kemana"nya, disusul sizuka dan nobita. Saat itulah saya terbangun. Ternyata saya tidak lagi di kursi depan rumah, ketika anak-anak sudah mulai belajar di kelas. Saya pun tidak di dalam bus Hariyanto yang dari Kudus tadi.

Ternyata saya di depan televisi yang menayangkan doraemon di minggu pagi ini. Jam smartphone sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB. Alhamdulillah, meski hanya mimpi engkau telah menjadi rizki yang patut disyukuri. Saya lupa, saya mesti ke pasar Welahan, mengantarkan mamak belanja bahan baku krupuk, kemudian berkeliling sendiri mencari koran minggu. Barangkali ada nama saya tercantum di salah satu rubriknya. Warzuqni fahma wasiiaa.

-

HB. Arafat, murid Pak Masyhadi Dombo, Sayung.

Postingan populer dari blog ini

Ya Kin(i)

Merindukan Pemimpin yang Orator

(Mat)Realisme Rizki